Pematangsiantar, Sinata.id – Anggaran Rp6,5 miliar “uang rakyat” (APBD Tahun 2025) habis untuk Proyek Pembangunan Gedung DPRD Pematangsiantar. Namun hasil pengerjaan terkesan asal jadi.
Kesan asal jadi itu, sebagaimana dikatakan salah satu Anggota DPRD Pematangsiantar yang tak ingin namanya disebut, saat meninjau hasil pengerjaan Proyek Pembangunan Gedung DPRD Pematangsiantar, Selasa (27/1/2026).
Anggota dewan ini meminta Sekretariat DPRD sebagai penerima manfaat dari proyek, agar tidak langsung menerima hasil pengerjaan proyek. “Gak layak untuk diterima,” ucapnya selepas meninjau.
Ia menyebut demikian, karena menurutnya pengerjaan finishing terkesan asal-asalan. Ia pun meminta kontraktor dari CV Bukit Sion, Darwan Purba untuk segera melakukan perbaikan.
Sementara dari pantauan Sinata.id, tampak kusen jendela dan pintu pada ruangan-ruangan yang ada di lantai 1 dan 2 terbuat dari besi holo, lalu dilapisi gypsum dan didempul.
Namun hasil pengerjaannya bergerutu. Kemudian, ada bagian kusen yang bercela (berlubang), karena tidak terlapisi gysum dan dempul.
Kemudian, daun pintu jendela yang terbuat dari kayu, terlihat masih berserabut. Sedangkan cat pada daun jendela tampak berserak hingga mengenai kaca jendela.
Pengawas Belum Mau Membuka Informasi Spesifikasi Besi Holo dan Kaca
Terkait hal tersebut, kontraktor proyek, Darwan Purba tidak menjawab konfirmasi yang dilayangkan kepadanya melalui pesan Whatsapp (WA).
Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Opstip Pandiangan tidak mengangkat telepon saat hendak dikonfirmasi. Begitu pula dengan Kadis PUTR Pematangsiantar Sofian Purba, juga tidak menjawab konfirmasi.
Sementara Pengawas Proyek dari Dinas PUTR Robert Siahaan mengklaim dari sisi volume pekerjaan, proyek yang dikerjakan CV Bukit Sion tidak bermasalah.
Namun Robert mengakui pengerjaan CV Bukit Sion tidak rapi. “Kalau dari sisi volume tidak ada masalah. Kerapian aja. Itupun sudah kita arahkan untuk dibereskan. Artinya hanya masalah kerapian. Kita sudah ingatkan (pemborong),” ucap Robert Siahaan.
Lebih lanjut, Pengawas Proyek Pembangunan Gedung DPRD Pematangsiantar ini belum bersedia membuka informasi spesifikasi besi holo dan kaca yang digunakan pada proyek tersebut.
Robert belum bisa memberikan informasi, katanya, karena ia sedang di Kota Medan. “Lagi di Medan aku lae,” sebutnya. (A18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini