OKU Selatan, Sinata.id — Malam yang seharusnya diisi canda dan kebersamaan berakhir menjadi tragedi berdarah. Seorang pelajar SMK di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, Rama Erlangga (16), meregang nyawa setelah ditikam oleh teman sebayanya, RD (16). Insiden ini mengungkap sisi kelam konflik remaja yang dipicu emosi sesaat dan berujung fatal.
Peristiwa bermula ketika Rama menginap di rumah kontrakan RD di Kecamatan Buay Rujung, Selasa (13/1/2026). Tak ada firasat buruk. Keduanya diketahui menjalin pertemanan dekat dan menghabiskan waktu bersama, termasuk bermain gim daring hingga larut malam.
Namun suasana berubah drastis keesokan harinya. Rabu pagi (14/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, ketegangan muncul di antara keduanya. Dugaan sementara, korban dianggap terlalu menguasai situasi, memicu adu mulut yang tak terbendung.
“Awalnya hanya adu argumen biasa, tapi emosi pelaku terus meningkat,” ungkap Kapolsek Buay Sandang Aji, Iptu Nyoman Artika, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Gol Detik Terakhir Hancurkan Madrid, Albacete Ukir Kejutan Terbesar Copa del Rey
Dalam kondisi kalap, RD mengambil sebilah pisau yang berada di dalam rumah kontrakan tersebut. Tanpa memberi kesempatan korban menghindar, senjata tajam itu diarahkan ke tubuh Rama. Tusukan mengenai bagian punggung dan paha korban.
Meski terluka parah, Rama masih berusaha menyelamatkan diri. Ia berlari keluar rumah, sebelum akhirnya tersungkur tak berdaya di pinggir Jalan Raya SDN Gunung Terang. Warga yang melintas menemukan korban dalam kondisi bersimbah darah dan segera membawanya ke puskesmas terdekat.
Sayangnya, luka tusuk yang dialami Rama terlalu serius. Nyawanya tak tertolong, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Aparat kepolisian bergerak cepat usai kejadian. Dengan melibatkan orang tua pelaku serta Kepala Desa Belambangan, polisi berhasil mengamankan RD pada hari yang sama sekitar pukul 16.00 WIB.
“Pelaku sudah kami amankan dan langsung dibawa ke Polres OKU Selatan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Iptu Nyoman.
Kasus ini kini ditangani aparat dengan memperhatikan aspek hukum anak, sekaligus menjadi peringatan keras tentang bahaya konflik emosional di kalangan remaja yang tak terkendali dan dapat berujung pada hilangnya nyawa. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini