Pematangsiantar, Sinata.id – Posko Kampung Bebas Narkoba yang diresmikan oleh Kapolres Pematangsiantar, AKBP Sah Udur Sitinjak, di Pulo Kumba pada Rabu (24/12/2025) lalu tidak berjalan sesuai harapan. Menurut warga pembentukan Posko terkesan hanya acara seremonial kepolisian.
Pantauan Sinata.id pada Sabtu malam (10/1/2026) menunjukkan posko tersebut sepi dan gelap gulita.
Posko yang seharusnya menjadi garda terdepan pencegahan narkoba itu tampak tak berpenghuni. Tidak ada satupun petugas yang terlihat berjaga. Lampu penerangan di lokasi juga tidak menyala.
Kondisi ini menimbulkan kekecewaan warga. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya, menyatakan posko tersebut diduga hanya sekadar simbol atau proyek sesaat.
“Saya juga heran, tidak ada terlihat aktivitas di posko itu, seperti tidak ada manfaatnya. Rasanya cuma seremonial,” ucap warga tersebut.
Baca juga: Agar Leluasa Edarkan Sabu, Geng Narkoba Pulo Kumba Beri Warga Beras-Uang
Ia berharap, jika memang program ini serius, harus ada kejelasan tugas, jadwal penjagaan dan program kerja yang nyata melibatkan masyarakat. “Jangan cuma spanduk dan tulisan bebas dari narkoba saja. Narkoba kan masalah serius,” tuturnya.
Diduga praktik transaksi narkoba marak di lokasi tersebut, diduga diikuti upaya pemulusan dengan menyuap warga sekitar. Pemberian berupa uang tunai dan beras ini bertujuan agar aktivitas ilegal tersebut dapat berjalan tanpa gangguan.
Hal tersebut diungkapkan oleh seorang warga Jalan Rakkuta Sembiring yang enggan disebutkan namanya, Senin (5/1/2026). Ia mengaku menolak pemberian yang dianggapnya sebagai upaya merusak generasi masa depan.
Baca juga:Warga Bilang Peredaran Narkoba di Pulo Kumba Masih Terjadi
“Mereka memberi uang Rp200 ribu sama beras 5 kg kepada warga sekitar sini. Pemberian itu aku tolak, begitu juga ada beberapa warga di sini, karena itu jelas merusak,” ujarnya.
Menurutnya, pemberian suap tersebut berlangsung sejak kegiatan terlarang itu beroperasi di wilayah itu. Warga yang prihatin ini bahkan berencana melaporkan ke pihak berwajib jika kembali menyaksikan transaksi narkoba secara langsung.
“Kami tinggal di sini sudah sangat lama, tapi baru kali ini ada kegiatan terlarang itu. Jika saya lihat lagi, akan saya laporkan ke keluarga yang bertugas di Polda Sumut,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya, kelompok yang diduga sama pernah mencoba meminta uang secara paksa dari pengendara yang lewat.
Sinata.id telah mencoba mengonfirmasi sejumlah hal di atas kepada Kapolres Pematangsiantar, Minggu (11/1/2026). Tetapi hingga berita ini dimuat dia belum memberi respons.
Baca juga: Ramai Mengkritisi Kapolres Sah Udur Pasca Bentrokan di Pulo Kumba
Bentrokan di Pulo Kumba
Sebelumnya, warga dan kelompok geng narkoba yang menjual narkoba di Gang Pulo Kumba, terlibat bentrokan hingga menimbulkan jatuh korban luka, pada 17/12/2025.
Berdasarkan keterangan warga setempat, bentrokan pada sore diduga dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap aktivitas peredaran narkoba di kawasan itu.
Kesaksian warga menyebut aktifitas terlarang tersebut ditandai dengan keluar-masuk kendaraan ke lokasi yang sama secara berulang, meski mereka buka warga setempat.
Warga juga menyebut adanya pendirian sejumlah gubuk atau barak oleh kelompok yang diduga geng narkoba sejak sekitar enam bulan terakhir.
Baca juga: Pulo Kumba Mencekam: Geng Narkoba Serang Balik Warga Usai Baraknya Dibakar
Kondisi itu memicu kemarahan warga hingga berujung pada pembakaran satu gubuk, yang kemudian dibalas dengan penyerangan terhadap permukiman warga.
Akibat insiden tersebut, dua warga berinisial SP dan CP dilaporkan mengalami luka akibat senjata tajam dan benda tumpul.
Pasca bentrokan, Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur TM Sitinjak meresmikan Posko Kampung Bebas Narkoba, dengan tujuan wilayah itu bersih dari praktik narkotika yang selama ini meresahkan warga sekitar. (SN14)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini