Jakarta, Sinata.id – Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Heryawan menyatakan dukungannya atas rencana Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatera.
Anggaran sebesar itu, sebagaimana dipaparkan Kemendagri, akan dikucurkan ke tiga provinsi, yakni Rp33,75 triliun untuk Aceh, Rp13,5 triliun untuk Sumatera Barat dan Rp12 triliun bagi Sumatera Utara.
Menurut Ahmad Heryawan yang sering disapa Aher, bahwa besaran dana yang dialokasikan, menunjukkan kesungguhan pemerintah dalam menangani dampak bencana secara menyeluruh.
Ia menilai proses pemulihan harus dilakukan secara optimal karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat, keberlangsungan layanan publik, serta pemulihan aktivitas ekonomi daerah.
Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu juga menjelaskan, penggunaan anggaran akan diprioritaskan untuk membenahi infrastruktur utama yang mengalami kerusakan parah.
Infrastruktur utama berupa fasilitas yang menjadi fokus, seperti sekolah, jembatan, sarana kesehatan, kantor desa, dan berbagai fasilitas pemerintahan lain yang berperan penting dalam menunjang kehidupan masyarakat.
Ia menambahkan, dalam perencanaan anggaran tahun 2026, diperlukan kerja sama yang kuat antarinstansi, baik antara pemerintah pusat dan daerah maupun dengan kementerian dan lembaga terkait.
Koordinasi yang solid dinilai penting agar anggaran dapat dimanfaatkan secara tepat, efisien, dan benar-benar menyentuh kebutuhan warga terdampak.
Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI tersebut menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak bisa dilakukan secara parsial.
Melainkan, lanjutnya, diperlukan keselarasan kebijakan dan pengelolaan anggaran yang terintegrasi agar setiap dana yang dikeluarkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat II, ia juga menyambut positif komitmen kolaboratif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat proses pemulihan.
Sinergi tersebut diyakini mampu mendorong kebangkitan ekonomi daerah sekaligus memulihkan fungsi pelayanan publik di wilayah terdampak.
Ia pun menegaskan pentingnya kehadiran negara secara konkret di tengah masyarakat yang tertimpa bencana.
Dengan koordinasi yang kuat serta pengawasan yang ketat, ia optimistis daerah-daerah di Sumatra yang terdampak bencana dapat pulih lebih cepat dan bangkit dengan kondisi yang lebih baik. (*)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini