Pematangsiantar, Sinata.id – Realisasi pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Pematangsiantar terus menunjukkan progres positif.
Dari total alokasi 1.333 unit rumah subsidi yang diberikan pemerintah pusat dalam program nasional pembangunan 3 juta rumah, ratusan unit telah terealisasi melalui akad kredit.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Pematangsiantar, Eva Imelda menjelaskan, hingga Oktober 2025, pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk perumahan memenuhi kuota yang ditetapkan.
Sementara, berdasarkan catatan Asosiasi Real Estat Indonesia (REI), jumlah rumah yang telah memasuki tahap akad sampai Desember 2025 mencapai 625 unit.
Menurut Eva, pembangunan perumahan subsidi saat ini terkonsentrasi di Kecamatan Siantar Sitalasari dan Siantar Martoba.
Katanya, mayoritas unit yang dibangun merupakan rumah tipe 36, karena tipe tersebut menjadi satu-satunya yang memperoleh subsidi dari pemerintah.
“Untuk rumah dengan tipe lebih besar memang tidak masuk skema subsidi, namun pengembang tetap memberikan kemudahan bagi masyarakat yang menginginkan hunian dengan ukuran lebih luas,” jelasnya.
Program ini dirancang khusus untuk membantu MBR memiliki rumah yang layak dan terjangkau.
Sebutnya, Provinsi Sumatera Utara memperoleh kuota 15.000 unit rumah subsidi, yang kemudian didistribusikan ke 33 kabupaten/kota, termasuk Pematangsiantar.
Antusiasme masyarakat terbilang tinggi, didorong oleh dukungan pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Skema FLPP menawarkan berbagai kemudahan, seperti suku bunga tetap sebesar 5 persen per tahun, cicilan yang tidak berubah hingga masa kredit berakhir, serta uang muka yang relatif ringan.
“FLPP sangat meringankan MBR karena aturannya jelas dan cicilannya terjangkau,” tambah Eva.
Selain itu, FLPP juga memberikan fasilitas uang muka mulai 1 persen, tenor kredit hingga 20 tahun, serta Bantuan Subsidi Uang Muka (SBUM).
Perlindungan bagi debitur turut diperkuat melalui asuransi jiwa, kebakaran, dan kredit, sehingga memberikan rasa aman selama masa pembiayaan. (*)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini