Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Ijazah Jokowi: Roy Suryo cs Desak Uji Forensik Independen di UI dan BRIN

ijazah jokowi: roy suryo cs desak uji forensik independen di ui dan brin
Foto: Kompas TV

Jakarta, Sinata.id – Persoalan dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, memasuki babak baru yang kian memanas. Pakar telematika Roy Suryo bersama tim hukumnya resmi melayangkan permohonan uji forensik independen ke Polda Metro Jaya pada Senin (22/12/2025).

Langkah ini diambil guna memperpanjang napas penanganan kasus yang selama ini menuai polemik publik.

Advertisement

​Membidik Independensi Dalam Negeri
​Alih-alih mencari bantuan dari institusi internasional, Roy Suryo secara spesifik mengusulkan dua lembaga kredibel dalam negeri: Universitas Indonesia (UI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

​Kuasa hukum Roy, Ahmad Khozinudin, menegaskan bahwa pilihan ini didasari semangat nasionalisme. “Kami tidak ingin persoalan internal ini menjadi konsumsi laboratorium internasional. Cukuplah diselesaikan secara mandiri melalui mekanisme yang ada di tanah air,” katanya saat berada di Mapolda Metro Jaya.

Baca Juga  Bareskrim Temukan Aktivitas Pembalakan Liar di Hulu Sungai Tamiang Aceh

Hasil uji independen ini diharapkan menjadi bukti pembanding yang kuat bagi majelis hakim di meja hijau kelak.

​Empat Dokumen di Bawah Mikroskop
​Setidaknya ada empat dokumen akademik terbitan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kini berada di pusaran sengketa:
1. ​Ijazah S-1
2. ​Transkrip nilai
3. ​Lembar pengesahan skripsi
​4. Sertifikat serta laporan KKN

Roy Suryo menyoroti kejanggalan pada transkrip nilai yang sempat dipamerkan Bareskrim Polri. Ia mengklaim dokumen tersebut minim otoritas karena tanpa stempel, tanpa tanda tangan dekan, bahkan ditulis tangan tanpa daftar mata kuliah pilihan.

Selain itu, ia mencurigai lembar pengesahan skripsi yang formatnya dianggap “melompati zaman”—menggunakan format tahun 1992, padahal Jokowi lulus tahun 1985.

Baca Juga  Prabowo Tahun Depan Mau Bikin Kejutan untuk Seluruh Dunia

Protes “Dilarang Menyentuh”
​Kekecewaan Roy Suryo memuncak saat ia mengaku dilarang menyentuh fisik ijazah saat gelar perkara berlangsung.

Menurutnya, keaslian dokumen hanya bisa dibuktikan jika tekstur emboss dan watermark dirasakan secara langsung, bukan sekadar dilihat dari balik map.

​”Saya berani katakan 99,9 persen itu palsu. Fotonya sangat kontras dan watermark-nya terlihat seperti hasil cetak ulang (reprinting),” kata Roy.

Serangan Balik Terhadap Kepolisian
​Suasana kian keruh dengan adanya aksi protes dari rekan Roy, Rismon Sianipar. Ia merasa tersinggung atas pernyataan Kabid Humas Polda Metro Jaya yang meragukan nilai ilmiah buku Jokowi’s White Paper.

Rismon, yang mengklaim telah berkecimpung selama 20 tahun di dunia riset citra digital, menilai polisi telah melampaui kewenangannya dalam menghakimi karya ilmiah.

Baca Juga  Video AI Tuding JK Biayai Roy Suryo, Kuasa Hukum Rismon Sianipar Bantah

​Rocky Gerung Masuk Daftar Ahli
​Sebagai langkah memperkuat amunisi hukum, tim Roy Suryo mengajukan tiga saksi ahli tambahan untuk melengkapi daftar yang sudah ada.

Nama pengamat politik kondang, Rocky Gerung, disebut telah mengonfirmasi kesediaannya untuk bersaksi. Selain Rocky, tim ini juga mengandalkan pakar lain seperti Dr. Ing. Ridho Rahmadi dan Prof. Dr. Ir. Tono Saksono untuk membedah tuntas keabsahan dokumen-dokumen tersebut. []

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini