Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Pelaku Teror Pantai Bondi Ditolak Dimakamkan Secara Islam

para pemimpin komunitas muslim di sydney secara tegas menolak untuk melakukan upacara pemakaman islam maupun menerima jenazah pelaku teror atau penembakan massal di pantai bondi, yang telah ditetapkan pemerintah australia sebagai aksi terorisme
Teror di Pantai Bondi

Sydney, Sinata.id – Para pemimpin komunitas Muslim di Sydney secara tegas menolak untuk melakukan upacara pemakaman Islam maupun menerima jenazah pelaku teror atau penembakan massal di Pantai Bondi, yang telah ditetapkan pemerintah Australia sebagai aksi terorisme. Penolakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kecaman keras terhadap aksi kekerasan yang menewaskan belasan warga sipil.

Tokoh komunitas Muslim Sydney, Dr Jamal Rifi, menegaskan bahwa para pelaku tidak dapat dikaitkan dengan ajaran Islam. Ia menyatakan tindakan penembakan tersebut merupakan kejahatan brutal yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan prinsip agama.

Advertisement

“Kami tidak menganggap pelaku sebagai bagian dari Islam. Apa yang mereka lakukan adalah kejahatan terhadap warga sipil yang sama sekali tidak bisa dibenarkan,” kata Rifi kepada media setempat.

Rifi menekankan bahwa dalam ajaran Islam, pembunuhan terhadap warga sipil tak berdosa merupakan pelanggaran paling berat. Karena itu, komunitas Muslim di Sydney sepakat menolak memandikan, menshalatkan, maupun memakamkan jenazah pelaku di area pemakaman Muslim, termasuk di Pemakaman Rookwood.

Baca Juga  Trump: AS Tak Terlibat Serangan Ladang Gas Iran, Situasi Timur Tengah Memanas

Keputusan tersebut merujuk pada sikap serupa yang diambil komunitas Muslim saat pengepungan Kafe Lindt pada 2014, yang juga ditetapkan sebagai aksi terorisme. “Kami akan mengambil sikap yang sama terhadap para pelaku tragedi ini,” ujar Rifi.

Baca juga: 1 Dari 2 Pelaku Penembakan Pantai Bondi Ditembak Mati

Dalam insiden di Pantai Bondi, aparat memastikan Sajid Akram (50), salah satu pelaku, tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Sementara satu pelaku lainnya, Naveed Akram (24), yang merupakan anak Sajid, masih dirawat di rumah sakit dengan kondisi luka berat dan berada dalam pengawasan ketat kepolisian.

Penembakan tersebut diketahui menewaskan 15 warga sipil, dan dengan tewasnya Sajid, total korban meninggal mencapai 16 orang.

Pasca kejadian, Rifi menyebut komunitas Muslim di Sydney berada dalam status kewaspadaan tinggi. Aktivitas keagamaan di masjid pun dibatasi untuk sementara waktu guna menghindari potensi gangguan keamanan.

Baca Juga  Krisis Avtur, Maskapai di Asia Mulai Naikkan Harga Tiket dan Siapkan Skenario Darurat

Ia mencontohkan adanya prosesi pemakaman seorang tokoh perempuan lanjut usia yang biasanya dilaksanakan di masjid. Namun kali ini, atas kesepakatan keluarga dan tokoh masyarakat, prosesi dilakukan secara tertutup di rumah.

Baca juga: WNI Diimbau Waspada Usai Penembakan Massal di Pantai Bondi

“Kami memilih tidak berkumpul di masjid dalam situasi seperti ini. Keselamatan dan ketenangan komunitas menjadi prioritas,” ujarnya.

Rifi juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada komunitas Yahudi, yang turut menjadi korban dalam tragedi tersebut. Ia mengaku mengenal secara pribadi beberapa korban dan telah menyampaikan dukungan langsung kepada keluarga mereka.

“Ini adalah tragedi yang mengguncang semua pihak. Kami berdiri bersama para korban dan mengecam keras para pelaku,” katanya.

Menurut Rifi, peristiwa tersebut tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga berpotensi merusak kohesi sosial yang dalam beberapa tahun terakhir dinilainya sudah melemah akibat retorika yang memecah belah. Ia menilai tujuan pelaku bukan hanya membunuh, tetapi juga menciptakan ketakutan dan perpecahan di tengah masyarakat.

Baca Juga  Perampok Gasak Perhiasan Senilai Rp1,7 Triliun dalam 7 Menit di Museum Louvre

“Kita tidak boleh membiarkan tujuan itu tercapai. Setiap warga harus berperan menjaga persatuan,” tegasnya.

Di tengah tragedi, Rifi juga menyoroti aksi heroik seorang saksi mata, Ahmed Al Ahmed, yang berani merebut senjata dari salah satu pelaku meski ditembak dua kali. Fakta bahwa Ahmed merupakan seorang Muslim dinilai menjadi pesan kuat tentang nilai kemanusiaan lintas agama.

“Tindakan itu menunjukkan bahwa kemanusiaan dan solidaritas jauh lebih kuat daripada ideologi kekerasan,” ujar Rifi.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa aksi teror di Pantai Bondi merupakan tindakan biadab dan kriminal yang sama sekali tidak mencerminkan komunitas mana pun, termasuk umat Muslim di Australia. (*)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini