Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

BAM DPR RI Desak Penguatan Infrastruktur Pariwisata di Geopark

wakil ketua badan aspirasi masyarakat (bam) dpr ri, taufiq r abdullah desak pemerintah lakukan penguatan infrastruktur pariwisata berkelanjutan di kawasan geopark dieng.
Taufiq RbAbdullah

Banjarnegara, Sinata.id – Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Taufiq R Abdullah desak pemerintah lakukan penguatan infrastruktur pariwisata berkelanjutan di kawasan Geopark Dieng.

Hal itu disampaikan dalam Taufiq pada Festival Aspirasi Masyarakat di Dieng, Banjarnegara, Senin 1 Desember 2025. Dan saat ini, Dieng telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Advertisement

Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan ke Dieng terus meningkat hingga mencapai lebih dari 1,1 juta pengunjung di 2024.

Dengan kunjungan wisatawan sebanyak itu, sebutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banjarnegara lebih dari Rp 30 miliar. Namun, kondisi infrastruktur dan aksesibilitas dinilai masih menjadi hambatan utama.

Baca Juga  Kepala Daerah Dipilih DPRD Sah Secara Konstitusi

“Dieng telah ditetapkan sebagai KSPN dan menjadi destinasi unggulan nasional. Potensinya besar dan kontribusinya nyata. Tetapi masih banyak kendala,” ujarnya.

Beberapa kendala tersebut, kata Taufik, terutama soal akses jalan yang belum memadai. “Banyak ruas jalan sempit dan rusak parah. Ini membutuhkan intervensi serius dari pemerintah pusat melalui APBN,” ucapnya.

Ungkap politisi PKB ini, Dieng memiliki empat pintu masuk utama. Seperti dari Wonosobo, Batang, Pekalongan, dan Banjarnegara. Dari empat jalur itu, akses melalui Wonosobo dinilai paling baik. Sedangkan 3 jalur lainnya butuh penanganan segera.

Selain persoalan akses, Taufiq jjga menekankan tentang pentingnya konsistensi penganggaran APBN untuk penataan, pemenuhan fasilitas wisata, dan penguatan ekosistem pariwisata.

Baca Juga  Jadikan Momentum Imlek Mempercepat Pembangunan Nasional

Ia menilai, status sebagai KSPN membawa tanggung jawab bagi pemerintah pusat dalam pembenahan fasilitas publik dan tata kelola kawasan.

“Penetapan sebagai KSPN berarti pemerintah pusat tidak boleh lepas tangan. Penataan fasilitas, infrastruktur, penegakan tata kelola, hingga dialog terkait skema bagi hasil dengan daerah harus dilakukan secara serius dan terukur,” tandasnya. (*)

Sumber: Parlementaria

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini