AS, Sinata.id – Pengembang kecerdasan buatan (AI) ChatGPT, OpenAI, belum lama ini serukan tantangan terhadap raksasa teknologi Google dan Apple dengan meluncurkan peramban web baru yang inovatif bernama “Atlas”.
Penjelajah ini, yang secara eksklusif dirancang untuk mengintegrasikan kekuatan AI ke dalam pengalaman penjelajahan, dipandang sebagai upaya signifikan untuk merebut pangsa pasar dari dominasi Google Chrome dan Apple Safari.
Inovasi utama Atlas terletak pada integrasi mendalam chatbot ChatGPT langsung ke dalam inti penjelajahan web.
OpenAI menjelaskan bahwa peramban ini diciptakan untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas “tanpa harus menyalin, menempel, atau meninggalkan halaman yang sedang mereka buka.”
Fitur-fitur yang dikembangkan meliputi pengguna dapat dengan mudah mendapatkan ringkasan singkat dari konten halaman web yang panjang, memungkinkan perbandingan artikel atau produk dengan cepat, misalnya saat berbelanja online.
Atlas menggunakan memori bawaan ChatGPT, memungkinkan percakapan baru memanfaatkan informasi dari interaksi sebelumnya untuk menyelesaikan tugas dengan lebih efisien.
OpenAI mengonfirmasi bahwa Atlas pada awalnya hanya akan tersedia untuk komputer Mac Apple.
Meskipun bertujuan untuk menyederhanakan tugas web, beberapa fungsi tingkat lanjut akan dibatasi untuk pelanggan berbayar.
Perusahaan menekankan bahwa kemampuan untuk meminta ChatGPT secara otomatis melakukan tugas yang kompleks atas nama pengguna—seperti pemesanan perjalanan—hanya dapat diakses oleh pelanggan premium OpenAI.
Cara OpenAI menempatkan Atlas dalam persaingan langsung dengan pemain mapan. Saat ini, Google Chrome memegang gelar sebagai peramban web yang paling banyak digunakan di dunia, sementara Apple Safari tetap menjadi kekuatan tangguh, terutama di kalangan basis pengguna iPhone yang loyal.
Peluncuran Atlas juga mengikuti tren yang lebih luas, di mana beberapa perusahaan AI lainnya telah memperkenalkan peramban web berbasis AI mereka sendiri dalam beberapa bulan terakhir.
Peluncuran ini mencerminkan upaya perusahaan-perusahaan AI untuk memonetisasi teknologi tersebut. Meskipun ChatGPT, yang diluncurkan sekitar tiga tahun lalu, telah memicu kebangkitan teknologi AI dan kini memiliki sekitar 800 juta pengguna mingguan, industri ini masih menghadapi pertanyaan besar mengenai profitabilitas.
Dengan investasi ratusan miliar dolar yang dilakukan oleh OpenAI dan perusahaan teknologi besar lainnya (termasuk Meta) untuk membangun pusat data, kini fokusnya adalah menemukan cara terbaik untuk mengubah investasi besar tersebut menjadi keuntungan yang berkelanjutan. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini