Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB TDUKU β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K Β· FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Trump Minta China Lanjutkan Pembelian Kedelai Asal Amerika

trump minta china melanjutkan pembelian kedelai asal amerika, dan memperketat pengawasan terhadap perdagangan fentanil.
Donald Trump - Xi Jinping. (Ist)

Sinata.id – Dua kekuatan ekonomi terbesar di planet ini akhirnya kembali duduk satu meja. Amerika Serikat dan China membuka babak baru perundingan di Kuala Lumpur, Sabtu pagi (25/10/2025), dalam upaya meredakan ketegangan yang selama ini mengguncang pasar global.

Di satu sisi, hadir Wakil Perdana Menteri China He Lifeng bersama timnya, termasuk Wakil Menteri Perdagangan Li Chenggang dan Wakil Menteri Keuangan Liao Min.

Advertisement

Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memimpin delegasi Washington. Pertemuan ini disebut-sebut sebagai langkah krusial sebelum Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada KTT APEC di Korea Selatan, Kamis mendatang.

Baca Juga  Nintendo Gugat Trump Terkait Tarif Impor

Baca Juga:Β Bioetanol E10 Bakal Lebih Mahal dari Pertamax? Ini Penjelasan Lengkap dari Pakar Energi!

Pertemuan ini tak sekadar formalitas diplomatik. Bessent dan He Lifeng, dua sosok yang dikenal dekat dengan Xi Jinping, dihadapkan pada tugas berat, yaitu menurunkan suhu ketegangan akibat serangan tarif dan pembatasan ekspor yang saling diberlakukan.

Di tengah tekanan global, kedua negara mencoba mencari titik temu agar tidak terseret ke dalam perang ekonomi jilid baru.

Presiden Trump sendiri sudah lebih dulu memberikan sinyal, yang terdengar tegas namun ambigu.

β€œKami akan berdiskusi banyak hal. Mereka harus memberi konsesi, dan saya pikir kami juga akan melakukannya,” ujar Trump, belum lama ini.

Baca Juga  BYD Kerahkan 5.000 Otak Jenius dan Rp238 Triliun, China Siap Lepas Mobil Tanpa Sopir

Dengan nada khasnya, Trump menyinggung tarif tinggi terhadap produk China yang mencapai 157 persen.

β€œItu tidak bisa terus seperti ini,” katanya.

Trump menegaskan bahwa AS menginginkan keuntungan nyata dari perundingan tersebut.

Menurut sumber diplomatik, Trump berencana menawarkan perpanjangan jeda tarif impor bagi produk Tiongkok, namun dengan sejumlah syarat.

Di antaranya, China harus melanjutkan pembelian kedelai asal Amerika, memperketat pengawasan terhadap perdagangan fentanil, dan melonggarkan pembatasan ekspor logam tanah jarang.

Langkah itu dianggap sebagai upaya mencairkan suasana menjelang pertemuan puncak dengan Xi Jinping.

Baca Juga:Β PBB Desak Israel Longgarkan Jalur Bantuan ke Gaza, Meski Gencatan Senjata Telah Berlaku

Apalagi, di awal Oktober lalu, Trump sempat mengecam kebijakan Beijing terkait logam tanah jarang yang dinilai merugikan pasar internasional.

Baca Juga  Arab Saudi Siapkan Jalur Darurat Kirim Minyak Lewat Laut Merah

Kunjungan Trump ke Asia kali ini bukan hanya soal hubungan bilateral dengan China.

Presiden AS dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Minggu. Agenda mereka mencakup pembahasan soal perdagangan, investasi, dan keamanan regional.

Trump juga berencana menandatangani beberapa kesepakatan penting, termasuk perjanjian ekonomi dan kerja sama mineral strategis, langkah yang bisa memperkuat posisi AS dalam rantai pasok global. [zainal/a46|bloomberg]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini