Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Dunia

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat Kargo Emirates di Hong Kong Bertambah

kecelakaan pesawat kargo emirates jatuh ke laut di bandara hong kong pada senin dini hari menjadi insiden terburuk dalam 27 tahun terakhir.
Pesawat kargo Emirates jatuh ke laut di Bandara Hong Kong pada Senin dini hari. Tragedi ini jadi insiden terburuk dalam 27 tahun terakhir. Investigasi penyebab kecelakaan tengah dilakukan. (NYT)

Sinata.idPesawat kargo Emirates jatuh ke laut di Bandara Hong Kong pada Senin dini hari (20/10/2025) waktu setempat. Tragedi ini jadi insiden terburuk dalam 27 tahun terakhir. Investigasi penyebab kecelakaan tengah dilakukan.

Dalam hitungan detik, aktivitas sibuk di salah satu bandara tersibuk di Asia itu terhenti ketika sebuah pesawat kargo raksasa Boeing 747 milik AirACT, operator Turki yang bekerja sama dengan Emirates Airline, tergelincir dan jatuh ke laut di tengah badai deras yang melanda kawasan tersebut.

Advertisement

Menurut keterangan resmi Otoritas Bandara Hong Kong, insiden itu terjadi sekitar pukul 03.50 waktu setempat. Pesawat dengan nomor penerbangan EK9788 itu baru saja tiba dari Bandara Internasional Dubai Al Maktoum ketika kehilangan kendali di atas landasan pacu yang licin akibat hujan deras disertai angin kencang.

Baca Juga: Pesawat Kargo Jatuh di Hong Kong, Satu Staf Hilang

Empat awak pesawat berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat meski mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun nahas, dua orang lainnya dipastikan tewas, salah satunya diduga merupakan staf bandara yang tengah bertugas di sekitar area pendaratan. Sementara itu, seorang pekerja lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Baca Juga  Tangis Bayi Pecah Setelah 17 Tahun di Desa Korea Selatan, Jadi Simbol Harapan

Tim penyelamat dari kepolisian dan otoritas bandara langsung melakukan pencarian intensif di perairan dekat landasan. Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi membuat proses evakuasi berlangsung sulit dan berisiko tinggi.

Kondisi Pesawat Mengenaskan

Gambar yang beredar di media sosial melalui akun pelacakan penerbangan AirNavRadar memperlihatkan kondisi pesawat yang rusak parah. Bagian ekor dan sirip vertikalnya hilang, sementara badan utama pesawat tampak tenggelam sebagian di laut. Meski demikian, pihak bandara belum mengonfirmasi keaslian foto tersebut.

Pesawat Boeing 747 berusia 32 tahun itu diketahui merupakan pesawat kargo yang telah lama dioperasikan untuk rute Timur Tengah–Asia. Penerbangan terakhirnya dari Dubai ke Hong Kong seharusnya berjalan rutin, hingga badai besar mengguncang jalur udara dan membuat pendaratan berakhir tragis.

Baca Juga  Drone Misterius Hantui Denmark, Bandara dan Pangkalan Militer Lumpuh Sementara

Bandara Lumpuh Sementara

Akibat insiden ini, satu dari tiga landasan pacu Bandara Internasional Hong Kong ditutup total untuk penyelidikan. Aktivitas penerbangan di bandara itu pun terganggu. Sejumlah penerbangan dari dan menuju Hong Kong sempat mengalami penundaan berjam-jam, membuat ribuan penumpang menumpuk di terminal keberangkatan.

“Kami masih dalam tahap awal penyelidikan. Fokus utama kami saat ini adalah pencarian staf yang masih hilang dan memastikan keselamatan semua pihak,” ujar juru bicara Bandara Hong Kong dalam pernyataan resminya.

Tragedi Terburuk dalam Dua Dekade

Kecelakaan ini menjadi salah satu tragedi penerbangan paling serius di Hong Kong dalam 27 tahun terakhir. Publik pun kembali teringat pada kecelakaan serupa tahun 1999, ketika pesawat milik China Airlines terbalik saat mendarat di tengah topan, menewaskan tiga orang di lokasi kejadian.

Bahkan lebih jauh ke belakang, pada era Bandara Kai Tak yang legendaris, sebuah pesawat 747 milik China Airlines juga pernah tergelincir akibat badai, menyebabkan puluhan penumpang luka-luka.

Baca Juga  10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Pangkep Ditemukan di Gunung Bulusaraung

Berita Lain: Permata Bersejarah Dicuri, Prancis Tutup Museum Louvre

Kini, otoritas penerbangan Hong Kong tengah bekerja sama dengan pakar keselamatan udara internasional untuk mengurai penyebab pasti tergelincirnya pesawat kargo Emirates ini. Fokus utama penyelidikan mengarah pada faktor cuaca ekstrem, kondisi landasan, serta sistem komunikasi antara menara kontrol dan pilot sesaat sebelum pendaratan.

Tragedi dini hari itu menjadi peringatan keras bagi dunia penerbangan internasional: cuaca ekstrem masih menjadi ancaman terbesar bagi keselamatan udara. Di tengah angin yang menggila dan hujan yang tak kunjung reda, petugas penyelamat di Hong Kong masih berjibaku menembus gelombang laut, berharap bisa menemukan korban yang belum kembali.

Sementara itu, pihak Emirates Airline dan AirACT menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta menegaskan komitmennya untuk bekerja sama penuh dalam proses investigasi. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini