Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K •DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

Filsuf Lingkungan Soroti Krisis Paradigma dalam Tata Kelola Sampah di Siantar

filsuf lingkungan soroti krisis paradigma dalam tata kelola sampah di siantar
Filsuf lingkungan Frederik Fios. ist

Pematangsiantar, Sinata.id – Rendahnya serapan anggaran dan capaian retribusi sampah di Kota Pematangsiantar bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan krisis nilai dan paradigma manusia dalam memandang lingkungan, demikian penilaian Filsuf lingkungan dari Binus University, Dr Frederikus Fios.

“Kita cenderung memandang lingkungan sebagai objek yang dapat dieksploitasi dan diukur dengan parameter ekonomi semata, tanpa mempertimbangkan nilai intrinsik dan ekstrinsik dari realitas lingkungan itu sendiri,” kata Fios kepada Sinata.id, Kamis, (25/9/2025).

Advertisement

Dia berpendapat, persoalan sampah tidak bisa dilihat semata dari angka anggaran dan realisasi, tetapi juga menyangkut dimensi moral dan etis.

“Pengelolaan sampah yang baik adalah masalah moral dan etis karena melibatkan tanggung jawab kita manusia terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan generasi manusia di masa mendatang,” tuturnya.

Baca Juga  Rayakan Paskah Bersama Jemaat GPIB Maranatha, Wesly Silalahi Tekankan Nilai Kasih dan Persatuan

Ia menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian (Precautionary Principle), tanggung jawab (Principle Of Responsibility) dan keadilan (Principle Of Justice) dalam tata kelola sampah.

Fios menyatakan, alokasi anggaran yang besar seharusnya dipahami bukan sekedar urusan ekonomi, melainkan investasi ekologis demi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Jika lingkungan hanya dipandang sebagai sumber daya ekonomi, kepentingan profit akan lebih dominan. Kita perlu mengubah paradigma agar pengelolaan sampah dijalankan secara efektif, efisien, dan berkeadilan,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas LHK Kota Pematangsiantar Dedy Tunasto Setiawan menyampaikan bahwa pihaknya terus mengejar target yang sejauh ini masih mengalami deviasi yang tinggi.

Ia menyebut bahwa pihaknya akan menyesuaikan tarif retribusi persampahan untuk pelanggan PDAM dan Non-PDAM.

Baca Juga  Kapolres Siantar Tak Becus Menindak Kendaraan Odong-odong

“Izin pimpinan kita akan melakukan pemutakhiran Data Wajib Retribusi,” ucap Dedy dalam raker dengan Komisi III DPRD, pada Senin (15/9/2025). (SN15)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini