“Mencintai alam adalah bagian dari iman. Melalui semangat Fransiskan, kita diajak menjadi penjaga bumi yang bertanggung jawab demi masa depan generasi mendatang,” katanya.
Diskusi dipandu Vincentius D.B.A. Nadeak berlangsung hangat dan interaktif.
Para peserta diajak merumuskan langkah konkret untuk menerapkan gaya hidup sederhana sekaligus aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan di kampus maupun masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Dewan Pembina, Dewan Pertimbangan, pastor, bruder, frater, dan suster.
PMKRI Pematangsiantar berharap momentum refleksi 800 tahun Santo Fransiskus melahirkan kader-kader muda.
Yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan cinta terhadap lingkungan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan pekik semangat “Religio Omnium Scientiarum Anima; Pro Ecclesia et Patria” yang berarti “Agama adalah Jiwa dari Segala Ilmu Pengetahuan; Untuk Gereja dan Tanah Air.” (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini