Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Simalungun

Waspadalah! Dokumen BKPSDM Simalungun Dipalsukan

dokumen badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (bkpsdm) simalungun dipalsukan oleh oknum yang belum diketahui. waspadalah!
Ilustrasi ditemukannya dokumen palsu BKPSDM

Simalungun, Sinata.id – Dokumen Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Simalungun dipalsukan oleh oknum yang belum diketahui. Waspadalah!

Surat (dokumen) palsu mengatasnamakan instansi BKPSDM tersebut beredar di lingkungan Dinas Pendidikan Simalungun.

Advertisement

Tujuan surat palsu yang ditemukan, dialamatkan kepada Kepala SD Negeri 095135 Sipolha, dengan hal: “Pemberitahuan Mutasi dan Penataan Pegawai di Bidang Pendidikan Pemerintah Kabupaten Simalungun”.

Adapun narasi pada dokumen palsu, sebagian isinya berupa permintaan agar kepala sekolah menghubungi nomor kontak 0813-1667-859. Nomor kontak disebut pada dokumen palsu, milik Plt Kepala BKPSDM Simalungun Jhonrismantua Damanik SH MSi.

Kronologi Diketahui Dokumen Palsu Beredar

Hotlan Purba, warga Simalungun yang dikenal dekat dengan sejumlah “elite” Pemkab Simalungun, mengaku menerima kabar tentang beredarnya dokumen palsu mengatasnamakan BKPSDM.

Baca Juga  Warga Perbaiki Jalan Rusak, Kades Sebut Keterbatasan Dana Desa

Kabar diterima Hotlan pada Senin 3 Nopember 2025, sekira pukul 11.00 WIB, dari menantu salah satu kepala sekolah di Kabupaten Simalungun.

“Tadi siang awal tahunya. Aku dihubungi sama menantu salah satu kepala sekolah. Dia nanya, kok ada surat dari BKD (BKPSDM) yang pesannya cuma melalu WA. Dalam pesan itu kepala BKD minta uang. Jadi ku bilang, coba datangilah BKD biar jelas,” ujarnya.

Berselang beberapa jam kemudian, menantu kepala sekolah itu kembali menghubunginya, lalu mengatakan, kalau dirinya tidak bertemu dengan Kepala BKPSDM.

Hingga kemudian, Hotlan mendengar cerita dari menantu kepala sekolah tersebut tentang kejanggalan dari surat BKPSDM. Salah satunya, tertera-nya nomor ponsel untuk dihubungi.

Baca Juga  Terkait Dana Desa, Pangulu Panombean Huta Hurung Bantah Lakukan Korupsi

“Ku minta lah surat itu. Awalnya curiganya di nomor HP. Karena dalam surat resmi biasanya gak ada dicantumkan nomor HP. Terus aku scan tandatangan barcode-nya, rupanya gak bisa. Terus ku pastikan NIP di surat itu, sama NIP-nya dengan Kepala BKD. Kebetulan aku punya surat yang lama. Jauh berbeda. Di situlah ku laporkan ke Kepala BKD,” ucap Hotlan.

Pasca dilaporkan ke Kepala BKPSDM, beberapa saat selanjutnya, muncul surat sanggahan (bantahan) dan klarifikasi dari BKPSDM Simalungun. Surat bantahan itu menyatakan bahwa surat tersebut palsu.

“Kita masih mencari siapa sumbernya surat palsu ini. Setelah kita laporkan ke Kepala BKD, keluar surat klarifikasi. Yang kita khawatirkan surat ini dimanfaatkan orang tertentu untuk mencari keuntungan dan merusak citra Bupati Simalungun,” tutur Hotlan.

Baca Juga  Kapolres Simalungun 'Blusukan' ke Jaksa - Hakim, Ternyata ini Misi Rahasianya

Terkait hal itu, Hotlan yang pernah menjadi Tim Sukses Calon Bupati Simalungun (saat ini Bupati Simalungun), berharap pemerintah untuk lebih waspada.

Sayang, terkait dokumen yang disebut palsu tersebut, Sinata.id belum berhasil mendapat konfirmasi dari Kepala BKPSDM Simalungun, Jon Rismatuah Damanik.

Begitu pula dengan Sekda Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, saat dikonfirmasi memalui pesan Whatsapp (WA), juga belum memberikan tanggapan. (SN11)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini