Tapanuli Tengah, Sinata.id — Warga Kelurahan Kalangan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kecewa setelah bantuan rehabilitasi rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang sebelumnya dijanjikan, mendadak dibatalkan usai proses verifikasi lapangan.
Sejumlah warga mengaku telah melengkapi berbagai persyaratan administrasi untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah senilai Rp20 juta. Persyaratan tersebut mulai dari fotokopi sertifikat tanah, pembelian materai, hingga pembuatan surat pernyataan.
Salah seorang warga Lingkungan II Kalangan Indah, Samerina Halawa, mengaku terpukul setelah bantuan yang diharapkan batal dengan alasan rumah mereka berada di kawasan hutan mangrove.
“Sudah diverifikasi dan dijanjikan akan menerima bantuan Rp20 juta untuk rehab rumah, tetapi tiba-tiba dibatalkan dengan alasan rumah kami berada di kawasan hutan mangrove,” ujar Samerina, Rabu (20/5/2026).
Samerina mengaku sempat meminjam uang dari koperasi karena yakin bantuan tersebut akan direalisasikan. Dana pinjaman itu digunakan untuk membeli ratusan batako guna memperbaiki rumahnya.
“Harapan kami ada solusi dari pemerintah. Saya hanya penjual arang, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah bersyukur,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Lisami Zai (60). Ia mengaku telah membongkar sebagian rumah semi permanennya setelah mendapat informasi akan menerima bantuan rehab rumah.
Namun, harapannya pupus setelah tim verifikasi menyampaikan bantuan tersebut dibatalkan.
Lisami mengatakan dirinya kini harus menanggung utang setelah membeli material bangunan menggunakan dana pinjaman dari Credit Union (CU).
“Saya sudah membeli batako dan papan. Dananya saya pinjam dari Credit Union, ternyata bantuan itu dibatalkan,” ujarnya dengan nada sedih.
Kepala Lingkungan II Kalangan Indah, Wakari Togatorop, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan pembatalan bantuan tersebut.
Menurutnya, warga di wilayahnya sangat layak menerima bantuan rehabilitasi rumah karena banyak rumah yang membutuhkan perbaikan.
“Saya pribadi sangat kecewa. Saya sudah mengumpulkan warga, tetapi bantuan itu dibatalkan. Seharusnya pemerintah pusat mencari solusi. Jangan sampai masyarakat diberi harapan lalu kecewa,” tegasnya.
Wakari berharap pemerintah dapat memberikan kepastian dan solusi nyata bagi warga yang telah terlanjur mengeluarkan biaya demi persiapan rehabilitasi rumah. (SN16)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini