Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Warga Kalangan Indah Kecewa Bantuan Rehab Rumah dari Kementerian PKP Dibatalkan

warga kalangan indah kecewa bantuan rehab rumah dari kementerian pkp dibatalkan
Warga Kelurahan Kalangan Indah, Kecamatan Pandan, kecewa setelah bantuan rehab rumah dibatalkan. (sinata)

Tapanuli Tengah, Sinata.id — Warga Kelurahan Kalangan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kecewa setelah bantuan rehabilitasi rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang sebelumnya dijanjikan, mendadak dibatalkan usai proses verifikasi lapangan.

Sejumlah warga mengaku telah melengkapi berbagai persyaratan administrasi untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah senilai Rp20 juta. Persyaratan tersebut mulai dari fotokopi sertifikat tanah, pembelian materai, hingga pembuatan surat pernyataan.

Advertisement

Salah seorang warga Lingkungan II Kalangan Indah, Samerina Halawa, mengaku terpukul setelah bantuan yang diharapkan batal dengan alasan rumah mereka berada di kawasan hutan mangrove.

“Sudah diverifikasi dan dijanjikan akan menerima bantuan Rp20 juta untuk rehab rumah, tetapi tiba-tiba dibatalkan dengan alasan rumah kami berada di kawasan hutan mangrove,” ujar Samerina, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga  Pemkab Taput Siapkan 105 Siswa Bersaing Masuk SMA Unggulan 2026

Samerina mengaku sempat meminjam uang dari koperasi karena yakin bantuan tersebut akan direalisasikan. Dana pinjaman itu digunakan untuk membeli ratusan batako guna memperbaiki rumahnya.

“Harapan kami ada solusi dari pemerintah. Saya hanya penjual arang, untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah bersyukur,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Lisami Zai (60). Ia mengaku telah membongkar sebagian rumah semi permanennya setelah mendapat informasi akan menerima bantuan rehab rumah.

Namun, harapannya pupus setelah tim verifikasi menyampaikan bantuan tersebut dibatalkan.

Lisami mengatakan dirinya kini harus menanggung utang setelah membeli material bangunan menggunakan dana pinjaman dari Credit Union (CU).

“Saya sudah membeli batako dan papan. Dananya saya pinjam dari Credit Union, ternyata bantuan itu dibatalkan,” ujarnya dengan nada sedih.

Baca Juga  Kisruh DPRD Tapteng Dikritik Warga, Jangan Bawa Nama Rakyat

Kepala Lingkungan II Kalangan Indah, Wakari Togatorop, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan pembatalan bantuan tersebut.

Menurutnya, warga di wilayahnya sangat layak menerima bantuan rehabilitasi rumah karena banyak rumah yang membutuhkan perbaikan.

“Saya pribadi sangat kecewa. Saya sudah mengumpulkan warga, tetapi bantuan itu dibatalkan. Seharusnya pemerintah pusat mencari solusi. Jangan sampai masyarakat diberi harapan lalu kecewa,” tegasnya.

Wakari berharap pemerintah dapat memberikan kepastian dan solusi nyata bagi warga yang telah terlanjur mengeluarkan biaya demi persiapan rehabilitasi rumah. (SN16)

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini