Tapanuli Selatan, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) terus mempercepat proses pemulihan pascabencana melalui pembangunan infrastruktur sosial dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian Aula Serbaguna Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Rabu (3/6/2026).
Peresmian dilakukan Wakil Bupati (Wabup), Jafar Syahbuddin Ritonga, mewakili Bupati Gus Irawan Pasaribu. Aula tersebut dibangun melalui dukungan Yayasan Penabur, Caritas Indonesia, dan Rumah Zakat sebagai bagian dari program pemulihan wilayah terdampak bencana.
Dalam sambutannya, Jafar menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga kemanusiaan yang telah berkontribusi membantu masyarakat Tapsel. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi simbol semangat gotong royong dalam membangun kembali kehidupan masyarakat pascabencana.
“Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung proses pemulihan dan pembangunan daerah. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat Tapsel,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bencana yang terjadi pada November 2025 memberikan dampak besar bagi Tapsel. Sebanyak 14 dari 15 kecamatan terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai belasan ribu jiwa.
Selain banjir dan tanah longsor, sejumlah wilayah juga mengalami pergerakan tanah yang menyebabkan sebagian warga harus direlokasi ke lokasi yang lebih aman.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dari sisi anggaran dan infrastruktur, Pemkab Tapsel terus berupaya mempercepat pembangunan, memulihkan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan layanan dasar di berbagai wilayah, khususnya daerah terpencil.
“Kami masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses jalan hingga pelayanan kesehatan. Karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar Tapsel dapat bangkit lebih cepat,” kata Jafar.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang telah disiapkan pemerintah daerah. Program tersebut meliputi pengembangan komoditas unggulan seperti jagung dan kopi, serta fasilitas pembiayaan usaha dengan bunga nol persen.
Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan dukungan permodalan, pendampingan usaha, hingga akses pemasaran melalui perusahaan mitra untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.
“Kami ingin kesejahteraan masyarakat terus meningkat. Karena itu, akses modal, pembinaan usaha, dan pasar telah dipersiapkan agar hasil produksi masyarakat dapat terserap dengan baik,” ujarnya.
Jafar berharap Aula Serbaguna Tolang Julu dapat menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, hingga pengembangan ekonomi warga.
“Semoga aula ini menjadi fasilitas yang bermanfaat, memperkuat kebersamaan, dan mendukung kemajuan masyarakat Desa Tolang Julu,” ucapnya sebelum meresmikan bangunan tersebut.
Sementara itu, Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi Kedeputian Kedaruratan BNPB, Nelwan Harahap, mengatakan pembangunan aula merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pemulihan yang berkelanjutan.
“Kami berharap aula ini menjadi pusat aktivitas masyarakat yang dapat memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga,” katanya.
Peresmian Aula Serbaguna Tolang Julu ditandai dengan pengguntingan pita, penyerahan bantuan perlengkapan sekolah kepada pelajar, serta peninjauan fasilitas bangunan yang disambut antusias oleh masyarakat setempat. (SN18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini