Washington, Sinata.id – Trump menyebut jabatan presiden sebagai profesi yang sangat berbahaya usai insiden penembakan yang kembali terjadi di sekitarnya di Washington D.C..
Pernyataan itu disampaikan Trump setelah dirinya dievakuasi saat terjadi gangguan keamanan di lokasi acara White House Correspondents’ Dinner di Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat.
“Saya tidak dapat membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya,” kata Trump dalam pernyataan di ruang briefing, merujuk pada risiko besar yang dihadapi seorang presiden Amerika Serikat.
Insiden terbaru ini menjadi peristiwa ketiga dalam beberapa tahun terakhir yang menempatkan Trump dalam situasi berbahaya. Sebelumnya, ia selamat dari upaya penembakan saat kampanye di Butler, Pennsylvania pada Juli 2024.
Meski kembali berada di tengah ancaman keamanan, Trump disebut tetap tenang dan menunjukkan sikap optimistis setelah dievakuasi.
Namun, pernyataannya menegaskan bahwa ancaman terhadap pemimpin negara menjadi realitas yang terus membayangi politik Amerika.
Peristiwa kali ini juga memunculkan ironi sejarah karena terjadi di Washington Hilton, hotel yang sama dengan lokasi penembakan terhadap Presiden Ronald Reagan pada 1981.
Ucapan Trump soal bahaya jabatan presiden kini menjadi sorotan luas, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan tokoh politik tingkat tinggi di Amerika Serikat. (A08)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini