Sinata.id – Pemecatan Xabi Alonso dari kursi pelatih Real Madrid bukan semata soal hasil di lapangan. Di balik keputusan itu, tersimpan konflik visi yang kian mengeras—terutama terkait kebijakan transfer pemain.
Alonso hanya bertahan hingga Januari, meski baru dikontrak dua tahun pada awal musim. Kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi pemicu terakhir, setelah serangkaian penilaian negatif atas performa tim yang dianggap kurang menggigit dan tak menghibur, meski diperkuat banyak penyerang berkualitas.
Situasi kian rumit ketika hubungan Alonso dengan sejumlah pemain inti tak berjalan mulus. Dilansir dari Marca, disebut, faktor itu masuk dalam lima alasan utama klub mengambil langkah pemecatan. Bahkan saat Madrid menyingkirkan Atletico Madrid menuju final, permainan yang ditampilkan dinilai tak sejalan dengan standar estetika yang diinginkan presiden klub, Florentino Perez.
Di sisi lain, benih ketidaknyamanan Alonso justru bermula dari bursa transfer. Sang pelatih menginginkan tambahan gelandang bertahan untuk menyeimbangkan tim. Target utamanya adalah Martin Zubimendi dari Real Sociedad, dengan klausul pelepasan 60 juta euro. Namun rencana itu kandas karena Perez menilai banderol tersebut tak sepadan—hingga pemain akhirnya berlabuh ke Arsenal.
Alih-alih mendatangkan gelandang bertahan, Madrid justru mengamankan Mastantuono dari River Plate dengan nilai yang tak jauh berbeda. Keputusan ini dipandang Alonso kurang tepat, mengingat stok pemain di lini depan—khususnya gelandang serang—sudah melimpah. Fakta di lapangan pun berbicara: Mastantuono minim menit bermain musim ini, dengan catatan 17 penampilan, satu gol, dan satu assist.
Ketegangan bertambah saat Alonso mengusulkan perpanjangan kontrak Luka Modric. Usulan itu ditolak manajemen, padahal Alonso menilai Modric krusial sebagai figur panutan di ruang ganti dan ideal untuk menopang fase transisi gaya bermain yang ingin ia bangun.
Memang, Madrid masih memiliki Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga, namun keduanya bukan tipe gelandang bertahan murni yang dibutuhkan Alonso. Dengan perbedaan pandangan yang kian melebar—baik soal strategi, transfer, maupun peran pemain—akhir kerja sama pun menjadi tak terhindarkan.(A18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini