Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Totalitas Mengasihi Tuhan Yesus: Makna, Dasar Alkitab, dan Penerapannya dalam Kehidupan Orang Percaya

perang timur tengah dan panggilan hidup kudus: makna firman tuhan di tengah konflik iran, israel, dan amerika
Pdt. Manser Sagala, M.Th.

Oleh: Pdt Manser Sagala. M.Th

Mengasihi Tuhan Yesus secara totalitas bukanlah sekadar ekspresi emosional atau ritual keagamaan, melainkan sebuah keputusan iman yang radikal dan menyeluruh. Totalitas kasih kepada Kristus mencakup seluruh aspek kehidupan manusia—hati, pikiran, jiwa, dan kekuatan—sebagaimana diajarkan dalam Firman Tuhan.

Advertisement

Dalam ajaran Kristen, kasih yang sejati kepada Yesus dikenal dengan istilah agape, yakni kasih tanpa syarat yang rela berkorban. Kasih inilah yang menjadi dasar hubungan orang percaya dengan Kristus, sekaligus tolok ukur kedewasaan iman.

*Mengasihi dengan Seluruh Keberadaan*

Yesus menegaskan bahwa kasih kepada Allah tidak boleh terbagi. Dalam Injil Matius 22:37, Yesus berkata, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.” Ayat ini menegaskan bahwa totalitas kasih kepada Yesus melibatkan emosi, spiritualitas, dan intelektual secara utuh, tanpa menyisakan area kehidupan yang tertutup bagi-Nya.

Baca Juga  “Firman Tuhan Adalah Sumber Kehidupan: Rahasia Kekuatan, Pemulihan, dan Keteguhan di Tengah Masa Sukar”

*Kasih yang Terbukti melalui Ketaatan*

Totalitas mengasihi Yesus tidak diukur dari simbol atau aktivitas keagamaan semata, melainkan dari ketaatan nyata terhadap perintah-Nya. Dalam Yohanes 14:15 dan 14:21, Yesus menegaskan bahwa ketaatan merupakan bukti autentik dari kasih kepada-Nya. Artinya, kasih sejati menuntut kesediaan untuk menundukkan kehendak pribadi kepada kehendak Tuhan, meskipun hal tersebut menuntut pengorbanan.

*Menjadikan Yesus sebagai Prioritas Tertinggi*

Mengasihi Yesus secara total berarti menempatkan Dia sebagai pusat dan prioritas utama kehidupan. Dalam Matius 10:37, Yesus menegaskan bahwa kasih kepada-Nya harus melampaui kasih kepada siapa pun, termasuk keluarga. Pernyataan ini tidak dimaksudkan untuk meniadakan kasih terhadap sesama, melainkan menegaskan bahwa Kristus harus menjadi pusat orientasi hidup orang percaya.

*Kesediaan Memikul Salib*

Kasih totalitas juga diwujudkan melalui penyangkalan diri dan kesediaan memikul salib setiap hari. Lukas 9:23 menegaskan bahwa mengikut Yesus berarti melepaskan ego dan hak pribadi, serta bersedia membayar harga dalam ketaatan. Dalam konteks ini, kasih kepada Kristus bukanlah kasih yang nyaman, melainkan kasih yang berani berkorban.

Baca Juga  Lebih dari Pemenang: Identitas Orang Percaya yang Tidak Bisa Dikalahkan

*Mengasihi Sesama sebagai Wujud Kasih kepada Kristus*

Firman Tuhan menegaskan bahwa kasih kepada Yesus tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada sesama. Dalam 1 Yohanes 4:20 dan Matius 25:40, ditegaskan bahwa pelayanan, kepedulian, dan kasih kepada orang lain merupakan wujud nyata kasih kepada Kristus. Dengan demikian, totalitas mengasihi Yesus harus tercermin dalam sikap hidup yang penuh pengampunan dan kepedulian.

Totalitas mengasihi Tuhan Yesus merupakan bentuk penyerahan diri sepenuhnya (total surrender). Rasul Paulus merangkum prinsip ini dalam Filipi 1:21, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” Hidup yang berpusat pada Kristus menjadikan Yesus sebagai alasan utama dalam setiap tindakan dan keputusan.

Baca Juga  Mengandalkan Tuhan Yesus di Tengah Bencana Alam — Sumber Kekuatan dan Perlindungan Sejati

Pesan firman ini mengajak setiap orang percaya untuk terus mengevaluasi iman dan komitmennya, agar kasih kepada Yesus tidak berhenti pada pengakuan, tetapi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Mengasihi Tuhan Yesus secara totalitas bukanlah pilihan sesaat, melainkan komitmen seumur hidup. Kasih itu diuji bukan hanya saat ibadah berlangsung, tetapi justru dalam keseharian—saat kita taat di tengah tantangan, setia dalam pengorbanan, dan tetap mengasihi ketika keadaan tidak mudah. Ketika Kristus menjadi pusat hidup, maka setiap langkah, keputusan, dan tujuan akan diarahkan oleh kehendak-Nya. Kiranya setiap orang percaya terus dimampukan untuk hidup dalam kasih yang utuh, tulus, dan nyata, sehingga nama Tuhan Yesus dimuliakan melalui hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.(A27).

Cp Konseling dan Doa Permohonan:
0811 7627 09
Manser Sagala, M.Th

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini