Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K •DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Tiga Pekan Tanpa Listrik, Tangis Haru Pengungsi Bener Meriah Pecah Saat Genset Jadi Harapan

video viral memperlihatkan momen haru pengungsi bener meriah, aceh tengah, saat listrik kembali menyala setelah 21 hari hidup tanpa listrik.
Video viral memperlihatkan momen haru pengungsi Bener Meriah, Aceh Tengah, saat listrik kembali menyala setelah 21 hari hidup tanpa listrik. (Screenshot)

Sinata.id – Setelah hampir tiga pekan hidup tanpa listrik dan dalam keterbatasan, secercah harapan akhirnya menyala di lokasi pengungsian Bener Meriah, Aceh Tengah. Bukan dalam bentuk bantuan besar, melainkan lewat cahaya lampu yang kembali menerangi aktivitas warga setelah 21 hari gelap gulita akibat terputusnya aliran listrik.

Momen penuh emosi itu terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial.

Advertisement

Dilihat pada Rabu (17/12/2025), rekaman yang diunggah akun TikTok @zaits_bf, menggambarkan suasana dapur umum yang selama ini menjadi pusat denyut kehidupan para pengungsi.

Di awal video, dapur tampak hanya diterangi cahaya seadanya.

Para ibu terlihat tetap bekerja, menyiapkan makanan bagi ratusan pengungsi, meski harus bergulat dengan keterbatasan fasilitas.

Baca Juga  BAKN DPR RI Soroti Sinkronisasi APBN–APBD dan Tren Kenaikan SiLPA

Baca Juga: Viral Perahu Getek Terguling di Bireuen, Satu Penumpang Dilaporkan Hilang

Di tengah suasana itu, seorang relawan terdengar menyemangati para ibu agar tetap bersabar dan fokus melanjutkan aktivitas memasak.

Tak berselang lama, suara mesin genset memecah keheningan.

Beberapa detik kemudian, lampu yang semula mati mendadak menyala dan menerangi seluruh ruangan.

Seketika, suasana berubah drastis.

Raut lelah yang sebelumnya tampak di wajah para ibu berganti dengan ekspresi lega dan haru.

Ucapan syukur pun menggema di dapur umum tersebut, diiringi suara takbir dan doa yang dilantunkan spontan.

Momen sederhana itu menjadi simbol kelegaan setelah berminggu-minggu bertahan dalam kondisi serba terbatas.

Meski pasokan listrik yang hadir hanya bersumber dari genset, kehadirannya memberikan dampak besar bagi psikologis para pengungsi.

Baca Juga  ASN di Aceh Kepergok Nongkrong di Warkop Saat Jam Kerja, Lari Kocar-Kacir Saat Dirazia

Baca Juga: Tangis Warga Aceh Tamiang Masih Terdengar Karena Kelaparan Pascabanjir

Lampu yang menyala bukan sekadar alat penerangan, tetapi penanda bahwa perhatian dan bantuan benar-benar hadir di tengah kesulitan mereka.

Antusiasme warga pun menyebar cepat.

Kabar tentang menyalanya lampu segera disampaikan kepada para pengungsi lain yang berada di tenda-tenda dan ruang perawatan.

Seruan penuh semangat terdengar dari satu sudut ke sudut lain, menandai kembalinya aktivitas malam yang selama ini terhenti.

Bagi warga Bener Meriah, cahaya yang menyala setelah 21 hari bukan hanya mengusir gelap, tetapi juga menghadirkan kembali harapan.

Di tengah bencana dan keterbatasan, lampu yang berpijar menjadi simbol bahwa kehidupan perlahan mulai bergerak kembali. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini