Sinata.id – Setelah hampir tiga pekan hidup tanpa listrik dan dalam keterbatasan, secercah harapan akhirnya menyala di lokasi pengungsian Bener Meriah, Aceh Tengah. Bukan dalam bentuk bantuan besar, melainkan lewat cahaya lampu yang kembali menerangi aktivitas warga setelah 21 hari gelap gulita akibat terputusnya aliran listrik.
Momen penuh emosi itu terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial.
Dilihat pada Rabu (17/12/2025), rekaman yang diunggah akun TikTok @zaits_bf, menggambarkan suasana dapur umum yang selama ini menjadi pusat denyut kehidupan para pengungsi.
Di awal video, dapur tampak hanya diterangi cahaya seadanya.
Para ibu terlihat tetap bekerja, menyiapkan makanan bagi ratusan pengungsi, meski harus bergulat dengan keterbatasan fasilitas.
Baca Juga:Â Viral Perahu Getek Terguling di Bireuen, Satu Penumpang Dilaporkan Hilang
Di tengah suasana itu, seorang relawan terdengar menyemangati para ibu agar tetap bersabar dan fokus melanjutkan aktivitas memasak.
Tak berselang lama, suara mesin genset memecah keheningan.
Beberapa detik kemudian, lampu yang semula mati mendadak menyala dan menerangi seluruh ruangan.
Seketika, suasana berubah drastis.
Raut lelah yang sebelumnya tampak di wajah para ibu berganti dengan ekspresi lega dan haru.
Ucapan syukur pun menggema di dapur umum tersebut, diiringi suara takbir dan doa yang dilantunkan spontan.
Momen sederhana itu menjadi simbol kelegaan setelah berminggu-minggu bertahan dalam kondisi serba terbatas.
Meski pasokan listrik yang hadir hanya bersumber dari genset, kehadirannya memberikan dampak besar bagi psikologis para pengungsi.
Baca Juga:Â Tangis Warga Aceh Tamiang Masih Terdengar Karena Kelaparan Pascabanjir
Lampu yang menyala bukan sekadar alat penerangan, tetapi penanda bahwa perhatian dan bantuan benar-benar hadir di tengah kesulitan mereka.
Antusiasme warga pun menyebar cepat.
Kabar tentang menyalanya lampu segera disampaikan kepada para pengungsi lain yang berada di tenda-tenda dan ruang perawatan.
Seruan penuh semangat terdengar dari satu sudut ke sudut lain, menandai kembalinya aktivitas malam yang selama ini terhenti.
Bagi warga Bener Meriah, cahaya yang menyala setelah 21 hari bukan hanya mengusir gelap, tetapi juga menghadirkan kembali harapan.
Di tengah bencana dan keterbatasan, lampu yang berpijar menjadi simbol bahwa kehidupan perlahan mulai bergerak kembali. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini