Refleksi Iman Berdasarkan Kolose 1:9-14
Oleh : St. Ferry SP Sinamo, SH., MH.
Firman Tuhan dalam Alkitab, khususnya Kolose 1:9-14, mengajarkan pentingnya kehidupan doa, ucapan syukur, dan ketekunan iman di tengah berbagai pergumulan hidup. Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose menjadi pengingat bagi orang percaya agar tidak mengandalkan kekuatan manusia semata, melainkan tetap hidup dalam kehendak Tuhan.
Dalam surat tersebut, Rasul Paulus menyampaikan bahwa ia tidak berhenti berdoa bagi jemaat di Kolose agar mereka dipenuhi dengan hikmat dan pengertian rohani untuk memahami kehendak Tuhan dengan benar. Paulus juga mengingatkan agar setiap orang percaya hidup layak di hadapan Tuhan, menghasilkan buah dalam pekerjaan baik, serta bertumbuh dalam pengenalan akan Allah.
Pesan ini relevan dengan kehidupan saat ini. Di tengah tekanan ekonomi, persoalan keluarga, sakit penyakit, hingga berbagai tantangan kehidupan, banyak orang mulai kehilangan pengharapan dan lebih mengandalkan kemampuan sendiri. Padahal, kekuatan sejati orang percaya berasal dari Tuhan.
Firman Tuhan mengajarkan bahwa doa bukan hanya dilakukan ketika menghadapi masalah, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Doa dipahami sebagai sarana komunikasi antara manusia dengan Tuhan melalui permohonan, pembacaan firman, dan puji-pujian.
Selain itu, kehidupan tokoh-tokoh dalam Alkitab juga menunjukkan pentingnya doa dan ketekunan iman. Yabes berdoa meminta berkat dan perlindungan Tuhan. Raja Salomo memohon hikmat untuk memimpin bangsa Israel. Raja Hizkia berdoa ketika menghadapi sakit penyakit, sementara Musa bersandar kepada Tuhan ketika bangsa Israel dikejar tentara Firaun.
Melalui pengalaman mereka, terlihat bahwa Tuhan mendengar doa umat-Nya. Namun, jawaban Tuhan tidak selalu sesuai dengan waktu dan keinginan manusia. Dalam kehidupan iman, Tuhan dapat menjawab doa dengan tiga cara, yakni mengabulkan, meminta untuk menunggu, atau menolak demi kebaikan yang lebih besar.
Hal tersebut juga terlihat dalam kehidupan Abraham yang harus menantikan penggenapan janji Tuhan selama puluhan tahun sebelum memperoleh keturunan. Penantian itu menjadi proses pembentukan iman dan kesetiaan kepada Tuhan.
Karena itu, orang percaya diajak untuk tetap bersyukur dan berdoa dalam segala keadaan. Ucapan syukur tidak hanya dilakukan saat menerima sukacita, tetapi juga ketika menghadapi pencobaan hidup. Sikap tersebut mencerminkan iman dan ketergantungan penuh kepada Tuhan.
Kolose 1:13-14 juga menegaskan bahwa melalui Yesus Kristus, manusia telah dilepaskan dari kuasa kegelapan dan memperoleh penebusan serta pengampunan dosa. Keselamatan itu menjadi dasar bagi setiap orang percaya untuk tetap hidup dalam kasih, kerendahan hati, dan pengharapan.
Firman Tuhan ini mengingatkan bahwa hidup orang percaya bukan berarti bebas dari masalah, melainkan tetap memiliki damai sejahtera di tengah persoalan karena percaya kepada penyertaan Tuhan.
Firman Tuhan dalam Kolose 1:9-14 mengajarkan bahwa kekuatan hidup orang percaya tidak terletak pada kemampuan manusia, melainkan pada hubungan yang dekat dengan Tuhan melalui doa, ucapan syukur, dan ketaatan kepada firman-Nya. Di tengah berbagai persoalan kehidupan, umat Tuhan dipanggil untuk tetap percaya, tetap sabar, dan tetap berharap kepada-Nya.
Doa bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi kebutuhan rohani yang menjadi sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ketika manusia merasa lemah, Tuhan memberikan kekuatan. Ketika hati dipenuhi kekhawatiran, Tuhan memberikan damai sejahtera. Dan ketika jalan terasa tertutup, Tuhan sanggup membuka jalan pertolongan pada waktu-Nya yang terbaik.
Karena itu, setiap orang percaya hendaknya tetap hidup dalam syukur, tidak mudah menyerah dalam pergumulan, serta terus menjaga iman kepada Yesus Kristus yang telah menebus dan menyelamatkan umat manusia dari kuasa dosa.
Kiranya firman Tuhan ini menjadi penguatan bagi setiap keluarga, setiap rumah tangga, dan setiap pribadi yang sedang menantikan jawaban doa. Tetaplah berdoa, tetaplah bersyukur, dan tetaplah setia berjalan bersama Tuhan dalam segala keadaan. (SN7)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini