Info Market CPO
πŸ—“ Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.2K β€’ 1K β€’DMI β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
News

Target Harga Saham BBRI Naik Tajam, BRI Siap Perkuat Pembiayaan UMKM

goldman sachs merekomendasikan saham bri ke level buy dengan target harga rp4.760. dukungan dana pemerintah rp55 triliun memperkuat likuiditas bri dan ekspansi kredit bagi sektor umkm.
Goldman Sachs merekomendasikan saham BRI ke level buy dengan target harga Rp4.760. Dukungan dana pemerintah Rp55 triliun memperkuat likuiditas BRI dan ekspansi kredit bagi sektor UMKM.

Jakarta, Sinata.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mencuri perhatian pasar keuangan internasional setelah memperoleh momentum positif dan kepercayaan besar dari investor global.

Goldman Sachs, lembaga keuangan ternama dunia, pada Jumat (12/9/2025) resmi menaikkan rekomendasi saham BBRI dari neutral menjadi buy dengan target harga baru Rp4.760 per lembar, jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya Rp4.180.

Advertisement

Langkah Goldman Sachs ini menegaskan posisi BRI sebagai salah satu saham perbankan nasional yang paling diburu investor. Dukungan terhadap BRI juga diperkuat kebijakan Kementerian Keuangan RI yang menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun pada kelompok Himbara.

Dari jumlah tersebut, BRI menerima alokasi terbesar, yakni Rp55 triliun. Penempatan dana ini diyakini menjadi katalis positif yang memperkuat likuiditas dan mempercepat ekspansi kredit, terutama ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga  Ketika Perbedaan Melebur dalam Satu Ruang Idul Fitri

Menurut catatan Bloomberg Intelligence, BRI dipandang sebagai bank yang paling diuntungkan dibandingkan anggota Himbara lainnya. Fundamental likuiditas perbankan nasional dinilai semakin solid, mendukung proyeksi pertumbuhan BRI. Konsensus Bloomberg turut menunjukkan optimisme pasar: dari 39 analis yang memantau BBRI, 31 memberikan rekomendasi beli dan tujuh menyarankan tahan, dengan target harga konsensus Rp4.602 per saham untuk 12 bulan mendatang.

Performa BRI sendiri mencerminkan kekuatannya di sektor UMKM. Hingga akhir kuartal II 2025, total kredit yang telah disalurkan mencapai Rp1.363,3 triliun, dengan 84,4% atau sekitar Rp1.150 triliun diarahkan ke segmen UMKM. Pencapaian ini menegaskan posisi BRI sebagai pemimpin pasar dalam pembiayaan UMKM dan penggerak ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Baca Juga  Polsek Sunggal Bongkar dan Bakar Dua Sarang Narkoba

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyebut penempatan dana pemerintah Rp55 triliun sebagai bukti kepercayaan negara terhadap kinerja perseroan. β€œDana ini bukan hanya memperkuat likuiditas kami, tetapi juga membuka ruang lebih besar untuk mempercepat ekspansi kredit, khususnya bagi UMKM dan program prioritas pemerintah,” ujarnya.

Hery optimistis kebijakan ini akan menciptakan efek berganda yang luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli masyarakat, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Hery menegaskan bahwa BRI akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). β€œKami berkomitmen memastikan setiap rupiah disalurkan tepat sasaran dan memberi nilai tambah nyata bagi nasabah, pelaku UMKM, serta perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” katanya. (A46)

Baca Juga  PSIM Taklukkan Bhayangkara 1-0, Cahya Supriadi Jadi Tembok Kokoh di Sultan Agung

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini