Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Takut Warganya Akses Porno, Taliban Putus Total Akses Internet di Afghanistan

takut warganya akses porno, taliban putus total akses internet di afghanistan
gambar ilustrasi. AI

Kabul, Sinata.id – Afghanistan mengalami pemadaman internet total secara nasional sejak Senin malam, 29 September 2025, yang secara efektif mengisolasi negara berpenduduk 40 juta orang dari dunia luar. Pemadaman ini melumpuhkan hampir semua aspek kehidupan, dari layanan kesehatan dan penerbangan hingga komunikasi sehari-hari.

Lembaga pengawas internet Netblocks mengonfirmasi bencana digital ini, melaporkan bahwa konektivitas internet di Afghanistan anjlok drastis hingga hanya 14 persen.

Advertisement

“Afghanistan kini berada di tengah pemadaman internet total,” pernyataan Netblocks, yang juga memperingatkan bahwa insiden ini akan sangat membatasi kemampuan publik untuk berkomunikasi.

Dampaknya langsung terasa. Layanan TV satelit, termasuk stasiun berita lokal Tolo News, mendadak gelap. Rumah sakit, kantor pemerintah, dan sektor swasta dilaporkan kelimpungan. Bandara Kabul membatalkan setidaknya lima penerbangan pada hari Selasa. Seluruh upaya komunikasi internasional via aplikasi seperti WhatsApp dan Telegram gagal total.

Baca Juga  AS Siaga Serang Iran, Adu Kekuatan Militer Kedua Negara Jadi Sorotan

Secara resmi, Taliban membingkai keputusan ini sebagai bagian dari “perang suci” melawan maksiat di dunia maya, merujuk pada dekrit dari pemimpin tertinggi mereka, Hibatullah Akhundzada.

Namun, para analis melihat agenda yang lebih kompleks di balik alasan moral tersebut. Mahbob Shah Mahbob, seorang jurnalis Afghanistan di pengasingan, menyatakan bahwa Taliban tidak hanya khawatir dengan konten pornografi, tetapi juga dengan citra buruk dan aturan ekstremis mereka yang dilihat oleh dunia internasional.

Motif lain yang lebih mengerikan adalah paranoia keamanan dari dalam tubuh elite Taliban sendiri. Ahmad Zia Saraj, mantan kepala intelijen Afghanistan yang kini menjadi profesor di King’s College London, menganalisis bahwa pemadaman ini didorong ketakutan akan pengawasan teknologi Barat. Para pemimpin Taliban dikhawatirkan dapat dilacak melalui ponsel pintar dan internet, terutama saat mereka membawa lebih banyak target teroris kelas kakap ke Afghanistan.

Baca Juga  Satu per Satu Sekutu Putin Dipreteli AS, dari Bashar al-Assad hingga Nicolas Maduro

Dalam kekacauan ini, kelompok yang paling menderita adalah perempuan dan anak perempuan Afghanistan. Setelah dilarang mengakses pendidikan formal, internet adalah satu-satunya jendela mereka yang tersisa untuk belajar dan terhubung dengan dunia. Kini, jendela itu ditutup paksa.

Habib Khan dari Afghan Peace Watch mengutuk langkah ini, menyatakan bahwa pemadaman internet menyeret Afghanistan ke dalam jurang yang lebih dalam, dengan perempuan sebagai pihak yang paling tercekik.

Tindakan isolasi digital ini terjadi secara ironis di saat Taliban sedang aktif melobi pengakuan internasional dan memohon bantuan kemanusiaan. Abdullah Khenjani dari Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRF) menyebut langkah ini sebagai cerminan sejati dari keterbelakangan dan sifat anti-intelektual rezim Taliban, yang bertujuan memutuskan arus informasi antara warga Afghanistan dengan dunia luar. (A58)

Baca Juga  Ancaman Militer AS ke Iran Menguat, Dunia Waspada Eskalasi Konflik

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini