Jakarta, Sinata.id — Di tengah gejolak pasar energi global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Pertamina memastikan pasokan minyak nasional masih berada dalam kondisi aman. Perusahaan energi pelat merah itu mengungkap stok minyak mentah di kilang saat ini berada di kisaran 11 hingga 12 hari operasi, sementara kapasitas produksi kilang mencapai sekitar 1,1 juta barel per hari.
Angka tersebut disampaikan manajemen Pertamina sebagai gambaran kondisi operasional kilang nasional yang masih berjalan normal, meskipun situasi pasar energi dunia tengah diliputi ketidakpastian.
Direktur Utama Subholding Commercial & Trading Pertamina, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa stok minyak mentah yang tersimpan di fasilitas kilang memang tidak dirancang untuk disimpan terlalu besar dalam satu lokasi.
“Stok crude di kilang saat ini pada kondisi normal operation. Normal operation itu di antara 11 sampai 12 hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa cadangan minyak mentah tidak seluruhnya berada di tangki kilang. Sebagian pasokan juga berada di kapal tanker yang sedang menuju Indonesia serta di fasilitas produksi hulu milik Pertamina.
Dalam situasi pasar energi yang fluktuatif, Pertamina memilih menjalankan kilang dengan tingkat produksi maksimal. Kapasitas pengolahan minyak nasional saat ini mencapai sekitar 1,1 juta barel per hari, yang menjadi tulang punggung pasokan bahan bakar dalam negeri.
Menurut Mars Ega, operasional kilang saat ini difokuskan pada upaya menjaga ketersediaan energi domestik, bukan sekadar mengejar keuntungan dari aktivitas pengolahan minyak.
Dengan kata lain, prioritas utama perusahaan adalah memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idulfitri.
Selain minyak mentah, Pertamina juga mengungkapkan kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional yang masih relatif aman.
Stok BBM saat ini berada di kisaran 21 hari, dengan pasokan yang terus diperbarui melalui produksi domestik dan impor.
Pemerintah sebelumnya juga menyampaikan bahwa ketahanan stok sejumlah jenis BBM bahkan berada di atas batas minimum nasional.
Angka tersebut menunjukkan cadangan energi nasional masih berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pertamina juga menegaskan bahwa sebagian besar kontrak impor minyak mentah sudah diamankan jauh sebelum ketegangan geopolitik terbaru terjadi.
Menurut Mars Ega, sekitar 90–95 persen kontrak impor minyak mentah Pertamina merupakan kontrak jangka panjang, sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh gejolak pasar spot.
Dengan kontrak yang sudah terkunci tersebut, perusahaan kini hanya memantau jadwal pengiriman minyak dari para pemasok global. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini