Jakarta, Sinata.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melantik tujuh pejabat tinggi madya eselon I di lingkungan Kementerian PU, Jumat (1/5/2026), di Gedung Utama Kementerian PU, Jakarta.
Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penguatan organisasi dan penyesuaian kelembagaan guna mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Dody menyampaikan bahwa langkah tersebut tidak sekadar penataan jabatan, melainkan bagian dari upaya membangun statecraft, yakni kemampuan dalam mengelola kebijakan negara secara efektif dan tepat sasaran.
“Kementerian PU diharapkan dapat terus menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi proses, tetapi juga hasil yang benar-benar dirasakan,” ujar Dody dalam keterangan resminya.
Daftar 7 Pejabat Eselon I yang Dilantik
Adapun tujuh pejabat yang dilantik terdiri dari Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal, Kepala Badan, serta Staf Ahli Menteri, yaitu:
Apri Artoto sebagai Sekretaris Jenderal (menggantikan Wida Nurfaida)
Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Air (menggantikan Dwi Purwantoro)
Bisma Staniarto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (menggantikan Apri Artoto)
Adenan Rasyid sebagai Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (menggantikan Bob Arthur Lombogia)
Rachman Arief Dienaputra sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat (menggantikan K.M. Arsyad)
Indro Pantja Pramodo sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi (menggantikan Abram Elsajaya Barus)
Pantja Dharma Oetojo sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan (menggantikan Edy Juharsyah)
Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
Dalam sambutannya, Dody juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN). Ia mengingatkan pesan Presiden Prabowo bahwa salah satu fondasi utama statecraft terletak pada ASN yang solid dan bersih.
Menurutnya, ASN tidak hanya dituntut kompeten, tetapi juga harus memiliki integritas, soliditas, serta mampu menjaga kepercayaan publik.
“Kementerian PU perlu terus mendorong perbaikan tata kelola dan penguatan integritas ASN secara konsisten. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan mendorong lahirnya talenta yang berkontribusi positif,” jelasnya.
Ia menambahkan, profesionalisme dan integritas harus berjalan beriringan guna menciptakan organisasi yang adaptif dan berorientasi pada hasil.
Bagian dari Penguatan Kelembagaan
Pelantikan ini sekaligus menandai adanya pergantian pejabat di sejumlah posisi strategis, termasuk jabatan Sekretaris Jenderal yang sebelumnya diisi oleh Wida Nurfaida sejak Juli 2025.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kinerja Kementerian PU dalam menjalankan berbagai program pembangunan infrastruktur nasional. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini