Kuala Lumpur, Sinata.id – Sistem imigrasi Malaysia mengalami gangguan besar yang menyebabkan layanan pemeriksaan imigrasi lumpuh selama sekitar lima jam pada Kamis (28/5/2026) dini hari.
Akibatnya, puluhan ribu pelancong dan pekerja lintas negara menghadapi antrean panjang di berbagai pos pemeriksaan, terutama di perbatasan Johor-Singapura yang merupakan salah satu jalur tersibuk di Asia Tenggara.
Gangguan tersebut terjadi pada sistem nasional imigrasi Malaysia dan berdampak pada sebagian besar titik masuk negara, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Antrean Panjang di Perbatasan Johor-Singapura
Menurut laporan media lokal, gangguan sistem terjadi sekitar pukul 04.30 hingga 09.30 waktu setempat. Selama periode tersebut, seluruh sistem pemeriksaan berbasis komputer tidak dapat digunakan sehingga petugas terpaksa melakukan pemeriksaan secara manual.
Kondisi terparah terjadi di Kompleks Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina (CIQ) Bangunan Sultan Iskandar (BSI) yang terhubung dengan Jembatan Woodlands menuju Singapura, serta Kompleks Sultan Abu Bakar (KSAB) yang terhubung dengan Jalur Kedua Tuas.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyebut gangguan itu terjadi pada jam sibuk ketika puluhan ribu warga Malaysia melakukan perjalanan ke Singapura untuk bekerja.
“Kami mengerahkan seluruh personel untuk mengoperasikan loket pemeriksaan manual di jalur kendaraan, sepeda motor, dan bus,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tidak hanya gerbang otomatis yang mengalami gangguan, tetapi juga sistem pengenalan wajah yang digunakan dalam proses verifikasi pelintas batas.
Gangguan Kedua dalam Sebulan
Insiden ini menjadi gangguan besar kedua yang terjadi dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Sebelumnya, pada 23 April 2026, sistem imigrasi Malaysia juga sempat mengalami gangguan yang menyebabkan ribuan pelancong terlantar selama hampir dua jam.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini