Jakarta, Sinata.id – Sejumlah umat Muslim di berbagai daerah di Indonesia telah lebih dahulu melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026).
Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan khidmat meski terdapat perbedaan penentuan awal Syawal.
Di Kota Depok, Jawa Barat, sekitar 500 jemaah melaksanakan salat Idulfitri di Jalan Juanda. Salat Id tersebut diselenggarakan oleh Majelis Sabilun Nahdhah, dengan khatib Ustaz Hasyim Musthofa serta penanggung jawab Ustaz Agus Susilo.
Sementara itu, di Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ratusan jemaah Thariqah Syathaariyah juga lebih dulu merayakan Idulfitri. Sejak pagi, jemaah memadati Masjid Jami’ Pondok Pesantren Daarul Islaam Liahlissunnah Waljamaah untuk melaksanakan salat Id berjemaah.
Di wilayah Nusa Tenggara Barat, sebagian warga Kota Bima juga melaksanakan salat Id lebih awal. Jemaah Tarekat Qadariyah wa Naqsyabandiyah di Kelurahan Ntobo dan Rontu, Kecamatan Raba, menggelar salat Id di Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amal. Salat dimulai sekitar pukul 07.30 Wita, dengan imam Ustaz M. Sidik dan khatib Ustaz M. Tayeb.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar 100 jemaah Tarekat Naqsyabandiyah melaksanakan salat Idulfitri di pelataran sebuah rumah makan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea. Rangkaian ibadah berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 08.05 Wita.
Hal serupa juga terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Ratusan jemaah Pondok Pesantren Al Khoiriyah melaksanakan salat Id di Masjid Nur Muhammad, Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol.
Di Kabupaten Jember dan Bondowoso, ribuan warga yang berada di sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror, Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, turut melaksanakan salat Id lebih awal di Masjid Salafiyah Syafi’iyah dan kompleks pesantren.
Imam salat Id, Kiai Hafid Malik, menjelaskan bahwa penentuan awal Syawal di lingkungan pesantren tersebut menggunakan metode kitab salaf yang telah diterapkan secara turun-temurun sejak lama, tanpa mengacu pada metode hisab dan rukyat seperti yang digunakan pemerintah.
Meski terdapat perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri, masyarakat di berbagai daerah tetap menjaga toleransi dan saling menghormati.
Pihak keamanan dari TNI dan Polri turut melakukan pengamanan di sejumlah lokasi pelaksanaan salat Id guna memastikan ibadah berjalan aman dan lancar. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini