Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Satelit Era Perang Dingin Soviet Diperkirakan Jatuh ke Wilayah Indonesia

sebuah satelit era perang dingin milik uni soviet, kosmos 482, diprediksi akan mengalami re-entry tak terkendali dan jatuh ke bumi.
Sebuah satelit era perang dingin milik Uni Soviet, Kosmos 482, diprediksi akan mengalami re-entry tak terkendali dan jatuh ke Bumi.

Sinata.id – Sebuah satelit milik Uni Soviet era Perang Dingin, Kosmos 482, yang telah mengorbit Bumi selama lebih dari lima dekade, diprediksi akan mengalami re-entry tak terkendali dan jatuh ke permukaan Bumi pada pekan ini. Para ahli memperkirakan bahwa wilayah jatuhnya satelit ini belum dapat dipastikan, namun Indonesia termasuk dalam zona yang kemungkinan terkena dampaknya.

Satelit Kosmos 482 Diperkirakan Jatuh ke Wilayah Indonesia

Mengutip laporan dari Live Science, satelit ini merupakan bagian dari program eksplorasi planet Venus yang diluncurkan oleh Uni Soviet pada tahun 1972. Misi tersebut dikenal sebagai Program Venera yang bertujuan mengumpulkan data ilmiah dari permukaan Venus.

Advertisement

“Kosmos 482 adalah wahana antariksa yang dirancang untuk misi pendaratan di Venus. Namun, peluncurannya gagal dan sejak Maret 1972 satelit ini tetap berada di orbit Bumi dengan lintasan elips,” jelas Profesor Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dan astrofisika dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dikutip Sinata.id, Senin (6/5/2025).

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Simalungun Dipicu Jalan Rusak, Satu Tewas

Lebih lanjut, Profesor Thomas menyampaikan bahwa orbit Kosmos 482 kini semakin menurun akibat hambatan dari atmosfer Bumi. Berdasarkan pemantauan jaringan radar internasional yang mendeteksi pergerakan objek luar angkasa, diperkirakan satelit tersebut akan memasuki atmosfer Bumi dan jatuh antara tanggal 7 hingga 13 Mei 2025.

“Kosmos 482 telah mengorbit Bumi selama 53 tahun. Wahana ini memiliki bobot total sekitar 1,2 ton, dengan modul pendarat seberat 0,5 ton yang kemungkinan besar akan memasuki atmosfer dalam kondisi utuh,” ujarnya.

Indonesia, menurut Profesor Thomas, berada dalam lintasan potensial jatuhnya satelit ini. Kendati demikian, ia menekankan bahwa probabilitas jatuhnya serpihan satelit di wilayah berpenduduk sangat kecil, mengingat sebagian besar permukaan Bumi terdiri dari lautan dan area tidak berpenghuni.

Baca Juga  Liverpool Terus Melaju, Kemenangan atas Wolves Antar Si Merah ke-4 Besar

“Meskipun wilayah Indonesia termasuk dalam area lintasan Kosmos 482, kemungkinan besar objek ini akan jatuh di lautan atau hutan. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap disarankan untuk waspada. Peluang objek mengenai manusia sangat kecil,” tutur Profesor Thomas.

Ia juga menambahkan bahwa ketidakpastian prediksi waktu dan lokasi jatuhnya satelit ini masih cukup besar karena variabel hambatan atmosfer belum sepenuhnya dapat dihitung secara akurat. Oleh sebab itu, data orbit terus diperbarui seiring berjalannya waktu untuk memastikan langkah mitigasi risiko dapat dilakukan secara optimal. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini