Tapanuli Tengah, Sinata.id β Puluhan warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bersama Aliansi Mahasiswa gelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapteng di Jalan R Junjungan Lubis, Senin (20/4/26) siang.
Warga berorasi meminta anggota DPRD tak berdiam diri, dan harus selesaikan persoalan pendataan bantuan dana stimulan sosial jaminan hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), dan bantuan rumah rusak yang hingga kini masih menjadi polemik di tengah masyarakat.
Salah satu orator Rizky Pane meminta agar DPRD menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksinya) untuk kepentingan masyarakat, serta bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah.
βKecamatan 35 dewan, andaikan 2 dewan, 1 kecamatan bertugas, dan setiap dewannya ada setiap desa, 2 hari mendata, mengawasi kinerja pemerintah, mungkin tidak sampai 1 bulan data ini sudah valid,β ucapnya.
Lasna Zega warga Badiri mengungkapkan setiap hari dia harus menahan tangisnya, saat dirinya tidak dapat memberikan uang jajan sekolah karena dirinya tak lagi produktif mencari pascabencana.
Dia mengatakan mereka hanya meminta hak sebagai korban bencana alam yang selama ini belum kunjung terealisasi dengan jelas.
βApa yang menjadi hak kami, tolong berikan kepada kami, pak. Kami tidak meminta hak yang tidak diberikan kepada kami. Hanya yang sudah dijanjikan kepada kami, itu yang kami minta, tolonglah segera dicairkan janji itu, pak,β kata Lasna.
Kedatangan warga pun disambut oleh 11 anggota DPRD dari Fraksi NasDem, PDI Perjuangan, PKB dan Gerindra yang diminta untuk menyampaikan aspirasinya di dalam gedung DPRD Tapteng. (SN16)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini