Info Market CPO
πŸ—“ Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K β€’ 0.3K β€’ 0.2K β€’DMI β€’ FOB TDUKU β€’ LOCO PARINDU β€’ LOCO KEMBAYAN β€’ LOCO NGABANG β€’ LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K Β· DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K Β· DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K Β· FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K Β· LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K Β· LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K Β· LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K Β· LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
πŸ‘₯Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Sampaikan Aspirasi Soal Jadup, Warga Unjuk Rasa di DPRD Tapteng

puluhan warga kabupaten tapanuli tengah (tapteng) bersama aliansi mahasiswa gelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi kantor dewan perwakilan rakyat daerah (dprd) tapteng di jalan r junjungan lubis, senin (20/4/26) siang.
Warga Tapteng saat unjuk rasa di DPRD

Tapanuli Tengah, Sinata.id – Puluhan warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) bersama Aliansi Mahasiswa gelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapteng di Jalan R Junjungan Lubis, Senin (20/4/26) siang.

Warga berorasi meminta anggota DPRD tak berdiam diri, dan harus selesaikan persoalan pendataan bantuan dana stimulan sosial jaminan hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), dan bantuan rumah rusak yang hingga kini masih menjadi polemik di tengah masyarakat.

Advertisement

Salah satu orator Rizky Pane meminta agar DPRD menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksinya) untuk kepentingan masyarakat, serta bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah.

β€œKecamatan 35 dewan, andaikan 2 dewan, 1 kecamatan bertugas, dan setiap dewannya ada setiap desa, 2 hari mendata, mengawasi kinerja pemerintah, mungkin tidak sampai 1 bulan data ini sudah valid,” ucapnya.

Baca Juga  Warga Temukan Tumpukan Bantuan Bencana di Posko Hutanabolon Sampai Busuk

Lasna Zega warga Badiri mengungkapkan setiap hari dia harus menahan tangisnya, saat dirinya tidak dapat memberikan uang jajan sekolah karena dirinya tak lagi produktif mencari pascabencana.

Dia mengatakan mereka hanya meminta hak sebagai korban bencana alam yang selama ini belum kunjung terealisasi dengan jelas.

β€œApa yang menjadi hak kami, tolong berikan kepada kami, pak. Kami tidak meminta hak yang tidak diberikan kepada kami. Hanya yang sudah dijanjikan kepada kami, itu yang kami minta, tolonglah segera dicairkan janji itu, pak,” kata Lasna.

Kedatangan warga pun disambut oleh 11 anggota DPRD dari Fraksi NasDem, PDI Perjuangan, PKB dan Gerindra yang diminta untuk menyampaikan aspirasinya di dalam gedung DPRD Tapteng. (SN16)

Baca Juga  Pengangkutan Sampah di Subulussalam Lumpuh, Warga Terancam Dampak Kesehatan

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini