Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Ekonomi & Bisnis

Sambut Ramadhan, PalmCo Pacu Produksi CPO dan Minyak Goreng

sambut ramadhan, palmco pacu produksi cpo dan minyak goreng
PalmCo pacu produksi

Jakarta, Sinata.id – PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

PalmCo menegaskan langkah antisipatif telah disiapkan dari lini hulu hingga hilir guna menjaga ketersediaan barang sekaligus menekan potensi lonjakan harga saat konsumsi meningkat.

Advertisement

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa kenaikan permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri merupakan pola rutin tahunan. Karena itu, strategi peningkatan produksi telah dirancang sejak awal 2026.

“Permintaan selalu naik jauh sebelum Ramadhan. Kami sudah menyiapkan skenario tambahan produksi sejak awal tahun dan memastikan bahan baku cukup untuk kebutuhan dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, pekan ini.

Catatan perusahaan menunjukkan produksi Crude Palm Oil (CPO) pada Januari 2026 melampaui 200 ribu ton, melewati target bulanan.

Baca Juga  Rupiah Anjlok ke Rp17.300 per Dolar AS, Pemerintah Ungkap Penyebab dan Sikap BI

Untuk periode Maret–April yang menjadi puncak konsumsi rumah tangga, produksi dipatok naik lebih dari 10,5 persen hingga sekitar 225.940 ton pada April. Langkah tersebut dinilai penting untuk meredam potensi gejolak harga.

Sejumlah analis menekankan bahwa kelancaran pasokan menjadi faktor krusial agar harga minyak goreng tetap terkendali menjelang hari besar keagamaan.

Fokus Hilir Perkuat Minyak Kita

Di sektor hilir, anak usaha PalmCo, PT Industri Nabati Lestari (INL), juga meningkatkan volume produksi minyak goreng kemasan sederhana.

Target Maret ditetapkan sekitar 4,2 juta liter, lalu kembali dinaikkan sekitar 7,6 persen menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April 2026.

Pelaksana Tugas Direktur INL, Darwin Hasibuan, menyebut seluruh kapasitas kini diarahkan untuk memproduksi merek program pemerintah, Minyak Kita.

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian dan Antam Turun 18 Februari 2026, Cek Rinciannya

“Produksi sejumlah merek komersial internal untuk sementara kami hentikan. Jalur distribusi dan kapasitas difokuskan sepenuhnya pada Minyak Kita agar ketersediaan di pasar tetap terjaga,” katanya.

Kebijakan ini ditempuh untuk memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat. Minyak Kita merupakan produk minyak goreng sederhana yang dipasarkan luas dengan harga acuan pemerintah.

Perkuat Standar Keberlanjutan dan Traceability

Di tengah peningkatan produksi, PalmCo menyatakan komitmen pada praktik berkelanjutan tetap dijaga.

Dari 71 pabrik kelapa sawit yang dikelola, sebanyak 67 unit atau 94,36 persen telah mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sementara 68 pabrik atau 95,77 persen telah bersertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Baca Juga  Kinerja FAST 2025: Rugi Turun, Utang Naik dan Gerai KFC Menyusut

Perusahaan juga memperkuat sistem keterlacakan bahan baku. Sejumlah pabrik seperti PKS Rambutan, PKS Sei Mangkei, PKS Bah Jambi, dan PKS Pulu Raja dijadikan model integrasi data kebun dan pabrik, sehingga tandan buah segar (TBS) dapat ditelusuri asal-usulnya.

Menurut Jatmiko, transparansi rantai pasok menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Ia menegaskan masyarakat tidak hanya membutuhkan jaminan stok dan harga, tetapi juga kepastian bahwa produk dihasilkan dari sumber yang berkelanjutan dan dapat ditelusuri.

Menjelang Ramadhan, tantangan menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga kembali mengemuka. Upaya PalmCo meningkatkan produksi CPO sekaligus memusatkan distribusi pada minyak goreng program pemerintah diharapkan mampu menjaga pasar domestik tetap kondusif. (A18)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini