Jakarta, Sinata.id – Kementerian Agama terus mematangkan persiapan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H tingkat kenegaraan yang akan digelar di Masjid Istiqlal.
Rapat koordinasi terakhir digelar pada 19 Maret 2026 untuk memastikan seluruh aspek teknis dan sinergi lintas instansi berjalan optimal menjelang hari pelaksanaan.
Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, menyebut rapat tersebut menjadi tahap krusial dalam memastikan kesiapan kegiatan.
“Seluruh rangkaian dipastikan berjalan tertib, aman, dan memberikan kenyamanan bagi jemaah,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Salat Id dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Kemenangan Idulfitri Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan”, yang diharapkan memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Muchlis menambahkan, kehadiran Presiden dan Wakil Presiden dalam pelaksanaan salat kenegaraan menjadi perhatian khusus, sehingga kesiapan pengamanan dan protokol diperketat.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam mendukung kelancaran acara.
Sementara itu, Plt Kasubdit Dakwah dan Hari Besar Islam, Ali Sibromalisi, menjelaskan bahwa kesiapan teknis menjadi fokus utama, mulai dari alur kedatangan jemaah, pengaturan saf, hingga manajemen pintu masuk.
Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai instansi, termasuk pengamanan presiden, pemerintah daerah, hingga layanan publik seperti listrik, transportasi, dan pemadam kebakaran.
Selain itu, pelibatan media nasional seperti TVRI dan RRI dilakukan untuk memastikan siaran langsung dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Pengelola Masjid Istiqlal turut berperan dalam menyiapkan aspek kebersihan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan lintas sektoral, pemerintah berharap pelaksanaan Salat Idulfitri tahun ini berlangsung lancar, khidmat, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat. (A18)
Sumber: Situs Kemenag









Jadilah yang pertama berkomentar di sini