Kyiv, Sinata.id – Rusia dilaporkan menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru yang diumumkan oleh Markas Koordinasi Ukraina untuk Penanganan Tahanan Perang, Sabtu (16/5/2026).
Pihak berwenang Ukraina menyebut jenazah tersebut, yang menurut Rusia kemungkinan merupakan personel militer Ukraina, dikembalikan sebagai bagian dari mekanisme pertukaran dan repatriasi korban perang.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui Facebook, otoritas Ukraina mengatakan proses identifikasi akan dilakukan oleh penyidik penegak hukum dan tim ahli forensik.
Sebelumnya, kantor berita Rusia, TASS, melaporkan bahwa Rusia dan Ukraina telah melakukan pertukaran jenazah tentara yang gugur. Dalam laporan tersebut disebutkan Rusia menyerahkan 526 jenazah dan menerima 41 jenazah dari pihak Ukraina.
Namun hingga kini, pemerintah Rusia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait proses pertukaran tersebut.
Pada April 2026 lalu, Rusia juga mengklaim telah menyerahkan 1.000 jenazah tentara kepada Ukraina, sementara pihak Ukraina disebut menyerahkan 41 jenazah tentara Rusia. Ukraina mengonfirmasi penerimaan 1.000 jenazah tersebut, tetapi tidak membeberkan jumlah jenazah yang dikembalikan ke Rusia.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia pada 2 Februari 2026 menyatakan sejak Juni 2025 lebih dari 12.000 jenazah telah diserahkan kepada Ukraina. Dalam periode yang sama, Rusia disebut menerima lebih dari 200 jenazah prajuritnya.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengungkapkan bahwa sebanyak 17 putaran pertukaran tawanan perang dan tahanan antara Rusia dan Ukraina yang dimediasi Uni Emirat Arab sepanjang 2024 hingga 2025 telah membebaskan lebih dari 4.000 orang.
Di tengah proses pertukaran tersebut, konflik bersenjata di wilayah Donetsk dilaporkan kembali memakan korban jiwa.
Kepala Republik Rakyat Donetsk (DPR) Denis Pushilin mengatakan serangan Ukraina pada Sabtu menewaskan seorang anak dan melukai 10 warga sipil lainnya, termasuk seorang anak.
“Seorang anak tewas dan sepuluh warga sipil lainnya terluka akibat agresi Kiev,” tulis Pushilin melalui platform X.
Menurutnya, di Kota Shakhtyorsk seorang remaja meninggal dunia dan satu lainnya terluka akibat ledakan bom rakitan.
Selain itu, sebuah kendaraan sipil di jalan raya Donetsk-Gorlovka dilaporkan terkena serangan drone Ukraina yang menyebabkan seorang pria mengalami luka-luka.
Serangan drone juga disebut terjadi di Kota Uglegorsk yang menyebabkan seorang pria dan seorang wanita mengalami luka serius.
Pushilin menambahkan sejumlah korban lainnya dilaporkan terluka dalam insiden terpisah di wilayah Svetlodarsk-Debaltseve dan Gorlovka. Seluruh korban saat ini disebut tengah menjalani perawatan medis. (ant/A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini