Pematangsiantar, Sinata.id β Sepanjang tahun 2025, tercatat ribuan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mendera warga Kota Pematangsiantar.
Data rekapitulasi Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar merilis, dari 19 Puskesmas yang ada, menunjukkan ribuan warga dari berbagai kelompok usia terserang penyakit saluran pernapasan tersebut.
Demikian disampaikan Pengelola Program ISPA Dinas Kesehatan Pematangsiantar, Beti Samosir. Ia menjelaskan, kasus ISPA tersebar di seluruh kecamatan, dengan kelompok usia dewasa menjadi penyumbang terbanyak.
Baca juga:Β Kamis Ini DPRD Laporkan Dugaan Mark-up Eks Rumah Singgah ke Kejagung, PSI Mendukung
Berdasarkan data tahun 2025, Puskesmas Kesatria di Kecamatan Siantar Timur mencatat jumlah tertinggi, dengan 1.513 kasus. Rinciannya, 133 balita, 175 anak-anak, 937 dewasa, dan 268 lansia.
Disusul Puskesmas Karo dengan 1.068 kasus (127 balita, 137 anak, 667 dewasa, 137 lansia). Kemudian Puskesmas Raya 943 kasus (111 balita, 100 anak, 588 dewasa, 144 lansia), Puskesmas Aek Nauli 922 kasus (58 balita, 86 anak, 597 dewasa, 181 lansia), dan Puskesmas Martoba 876 kasus (143 balita, 71 anak, 540 dewasa, 122 lansia).
Sementara itu, sejumlah puskesmas lain juga mencatat angka ratusan kasus, seperti Marimbun, Singosari, Pardamean, Bah Kapul, hingga Parsoburan. Wilayah dengan angka terendah tercatat di Puskesmas Simarimbun dengan 80 kasus dan Bah Biak sebanyak 119 kasus sepanjang 2025.
βMayoritas penderita memang dari kelompok usia dewasa, namun balita dan lansia tetap menjadi perhatian serius karena termasuk kelompok rentan,β ujar Beti Samosir, Senin ( 02/3/2026 )
Dinas Kesehatan menilai tingginya angka ISPA pada 2025 dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perubahan cuaca, kepadatan penduduk, paparan asap rokok, hingga polusi udara dan kurangnya kesadaran penggunaan masker saat sakit.
Dinkes Pematangsiantar mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, mengurangi aktivitas di lingkungan berdebu, serta segera memeriksakan diri ke puskesmas jika mengalami gejala batuk, pilek, atau sesak napas.
Lonjakan kasus ISPA sepanjang 2025 ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Tanpa langkah pencegahan yang masif dan kesadaran kolektif, angka kasus dikhawatirkan terus meningkat di tahun berikutnya. (SN10)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini