Jakarta, Sinata.id — Hari yang seharusnya menjadi akhir dari sebuah perpisahan justru berubah menjadi awal luka yang lebih dalam bagi Reza Oktovian alias Reza Arap. Usai prosesi pemakaman tunangannya, Lula Lahfah, Sabtu (24/1/2026), Reza tak lagi mampu menyembunyikan kesedihan yang selama ini ia pendam.
Di pemakaman, suasana duka mencapai puncaknya ketika tanah terakhir menutup liang lahat Lula. Reza terlihat terpaku, tubuhnya melemah, lalu emosinya meledak. Tangisan pecah, suara bergetar, dan teriakan pilu menggema di antara pelayat. Momen itu membuat suasana pemakaman seketika hening, seolah semua orang ikut merasakan runtuhnya hati seorang pria yang baru kehilangan separuh hidupnya.
“Kenapa semua orang ninggalin gue?” ucap Reza dengan suara tertahan, sebelum akhirnya ditenangkan oleh orang-orang terdekatnya.
Beberapa jam setelah meninggalkan pemakaman, Reza Arap akhirnya membuka suara. Bukan lewat konferensi pers, melainkan melalui unggahan di media sosial—tempat ia mencurahkan isi hati yang selama ini ia kubur rapat-rapat.
Dalam unggahan tersebut, Reza menyampaikan permintaan maaf kepada Lula, seolah masih berbicara langsung kepada sang tunangan. Ia mengakui bahwa dirinya berada di fase duka yang sulit dikendalikan.
“Maafin aku kalau di fase berduka ini aku suatu hari kehilangan kontrol. Kamu tahu, aku sudah lama menahan diri… dan kamu selalu jadi orang yang menahan aku,” tulis Reza.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak kepergian Lula, arah hidupnya terasa kabur. Logika, kata Reza, seolah tak lagi berjalan sebagaimana mestinya.
“Aku sudah nggak punya logika lagi sekarang. Maafin aku,” lanjutnya.
Unggahan itu sontak dibanjiri ribuan komentar dukungan. Warganet menyampaikan empati, meminta Reza kuat, dan mendoakan Lula agar mendapat tempat terbaik.
Pemakaman Lula Lahfah tak hanya meninggalkan duka bagi Reza. Tangis keluarga pecah saat peti jenazah diturunkan. Ibunda Lula terlihat tak kuasa menahan kesedihan, sementara Reza duduk tak jauh darinya, mengenakan pakaian hitam, wajahnya sembab, tatapannya kosong.
Reza tetap bertahan hingga prosesi terakhir, menunjukkan bahwa ia ingin mengantar sendiri orang yang dicintainya sampai titik terakhir. Setelah itu, ia meninggalkan lokasi tanpa banyak kata, hanya meminta doa agar keluarga Lula diberi kekuatan.
Kepergian Lula Lahfah yang mendadak sebelumnya mengejutkan publik. Sosok Lula dikenal aktif di media sosial dan memiliki lingkar pertemanan luas. Kabar duka ini menyebar cepat dan memicu gelombang simpati dari warganet hingga figur publik. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini