Oleh: Ps Dion Panomban
Renungan rohani dalam kegiatan Saat Teduh Abba Home Family pada Jumat, 6 Maret 2026 mengangkat pesan penting tentang tanggung jawab orang tua dan gereja dalam mendidik generasi agar tetap hidup mengenal Tuhan.
Dalam renungan tersebut disampaikan bahwa Alkitab memberikan pelajaran penting dari generasi Yosua. Meskipun pada masa itu Tuhan melakukan banyak perkara besar bagi bangsa Israel, ketika generasi tersebut tidak mengajarkan dan mendidik anak-anak mereka dengan benar tentang Tuhan, muncullah generasi baru yang tidak mengenal Allah.
Akibatnya, generasi tersebut membelakangi Tuhan dan melakukan hal-hal yang menyakiti hati-Nya. Kondisi ini berdampak pada kehidupan yang penuh kerusakan dan kekalahan. Dari peristiwa tersebut, umat percaya diingatkan tentang pentingnya perhatian terhadap pembinaan generasi muda.
Pesan ini juga menegaskan bahwa pendidikan iman bukan hanya tanggung jawab pribadi dalam keluarga, tetapi juga menjadi bagian penting dari pelayanan gereja, khususnya dalam pelayanan anak, remaja, dan pemuda.
Baca juga:Dunia Butuh Bapa: Refleksi Ibrani 12:4β11 tentang Disiplin Tuhan dan Pertumbuhan Rohani
Renungan tersebut sekaligus mengajak setiap orang percaya untuk merenungkan kembali pertanyaan penting dalam kehidupan iman, seperti sejauh mana keseriusan orang tua dalam mendidik dan mengasihi anak-anak mereka serta kepedulian jemaat terhadap pelayanan generasi di gereja.
Dasar Firman Tuhan
Renungan ini didasarkan pada Ulangan 6:1β7 (TB) yang berisi perintah Tuhan kepada bangsa Israel melalui Musa sebelum mereka memasuki tanah perjanjian.
(1) βInilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya,
(2) supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu.
(3) Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
(4) Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
(5) Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
Baca juga:Tuhan Yesus Gembala Agung: Kasih yang Berkorban, Menuntun, dan Memulihkan Hidup Kita
(6) Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan.
(7) haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Firman tersebut menegaskan bahwa pengajaran tentang Tuhan harus disampaikan secara terus-menerus kepada anak-anak dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, generasi berikutnya dapat hidup dalam takut akan Tuhan dan berpegang pada firman-Nya.

Selain itu, dalam Ulangan 11:18β20 umat Israel juga diingatkan agar firman Tuhan disimpan di dalam hati serta diajarkan kepada anak-anak dalam berbagai kesempatan kehidupan sehari-hari.
Makna Firman bagi Kehidupan Keluarga dan Gereja
Pesan dalam Ulangan 6 menunjukkan bahwa keberlangsungan iman suatu generasi sangat dipengaruhi oleh bagaimana generasi sebelumnya menanamkan nilai-nilai iman kepada anak-anak mereka.
Kasih kepada Tuhan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari yang mencerminkan ketaatan kepada firman-Nya. Oleh karena itu, pendidikan iman harus menjadi bagian dari kehidupan keluarga, sekaligus didukung oleh pelayanan gereja yang memberi perhatian pada pembinaan generasi muda.
Baca juga:Tuhan Yesus Gembala Agung: Kasih yang Berkorban, Menuntun, dan Memulihkan Hidup Kita
Dengan adanya pengajaran yang konsisten, generasi berikutnya diharapkan dapat mengenal Tuhan secara pribadi serta bertumbuh dalam kehidupan iman yang kuat.
Pertanyaan Perenungan
Untuk memperdalam pemahaman terhadap firman Tuhan tersebut, renungan ini juga mengajak setiap orang percaya merenungkan beberapa pertanyaan berikut:
1.Perintah dan ketetapan apakah yang Tuhan beri pada orang Israel (ayat 1β2)?
2.Apa yang akan dialami orang Israel saat mereka taat menurut (ayat 1β2)?
3.Apa yang dimaksud dalam (ayat 3)?
4.Berkat seperti apa yang akan mereka alami menurut (ayat 3)?
5.Bandingkan ayat 6 dengan Ulangan 11:18β20.
Pertanyaan tersebut dimaksudkan untuk membantu setiap orang percaya merefleksikan kembali tanggung jawab mereka dalam mengajarkan firman Tuhan kepada generasi berikutnya.
Baca juga:Makna Ulangan 27:26: Peringatan tentang Ketaatan pada Hukum Tuhan dan Refleksi Iman Umat Kristen
Renungan ini disampaikan oleh Dion Panomban dalam rangkaian kegiatan pembinaan rohani keluarga melalui Abba Home Family.
βGenerasi yang mengenal Tuhan tidak lahir secara kebetulan, tetapi dibentuk melalui pengajaran firman, keteladanan hidup, dan kasih yang terus diwariskan dari orang tua dan gereja kepada anak-anak sejak dini.β (A27)
Β








Jadilah yang pertama berkomentar di sini