Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Religi

Dunia Butuh Bapa: Refleksi Ibrani 12:4–11 tentang Disiplin Tuhan dan Pertumbuhan Rohani

dunia butuh bapa: refleksi ibrani 12:4–11 tentang disiplin tuhan dan pertumbuhan rohani
Ps Dion Panomban.

Oleh :Ps Dion Panomban

Dalam rangkaian Saat Teduh Abba Home Family, tema yang diangkat adalah “Dunia Butuh Bapa.” Pesan ini menyoroti kebutuhan mendesak akan figur bapa, bukan hanya secara biologis, tetapi terutama secara rohani.

Advertisement

Pesan ini menegaskan bahwa gereja atau jemaat dipanggil untuk bertumbuh menjadi bapa-bapa rohani. Di tengah kondisi dunia yang semakin kehilangan arah, kehadiran figur bapa yang hidup dalam kasih, kebenaran, dan tanggung jawab menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.

Namun, pertumbuhan menuju kedewasaan rohani bukan tanpa tantangan. Disampaikan bahwa Iblis memahami betul kebutuhan dunia akan figur bapa yang benar. Karena itu, berbagai cara dilakukan untuk merusak gambaran seorang bapa, antara lain melalui kehidupan yang tidak mencerminkan kasih sejati, sikap arogan, hingga kekerasan dalam rumah tangga. Akibatnya, anak-anak mengalami kesulitan mengenal Allah sebagai Bapa di Surga.

Baca juga:Tuhan Yesus Gembala Agung: Kasih yang Berkorban, Menuntun, dan Memulihkan Hidup Kita

Baca Juga  Jangan Takut dan Kuatir, Tuhan Menyertai Kita!

Dasar Alkitab: Ibrani 12:4–11

Pembacaan Alkitab diambil dari Surat kepada Orang Ibrani 12:4–11, yang menekankan pentingnya disiplin sebagai bagian dari kasih Tuhan.

Dalam nas tersebut ditegaskan bahwa:

-Pergumulan melawan dosa adalah bagian dari perjalanan iman.

-Didikan Tuhan tidak boleh dianggap enteng.

-Tuhan menghajar dan menegur orang yang dikasihi-Nya.

-Disiplin adalah bukti bahwa seseorang diakui sebagai anak.

-Ganjaran memang terasa menyakitkan, tetapi menghasilkan buah kebenaran dan damai sejahtera.

Firman ini memperlihatkan bahwa proses menjadi bapa rohani yang benar harus melewati proses disiplin yang benar pula.

dunia butuh bapa: refleksi ibrani 12:4–11 tentang disiplin tuhan dan pertumbuhan rohani
Ilustrasi.

Pokok-Pokok Perenungan

Berikut beberapa pertanyaan reflektif yang menjadi bahan perenungan dalam saat teduh:

Baca juga:Makna Ulangan 27:26: Peringatan tentang Ketaatan pada Hukum Tuhan dan Refleksi Iman Umat Kristen

  1. Prinsip untuk Bertumbuh (Ayat 5) Prinsip utama adalah tidak menganggap enteng didikan Tuhan dan tidak menjadi putus asa ketika diperingatkan-Nya. Teguran Tuhan merupakan bentuk perhatian dan kasih, bukan penolakan.
  2. Tindakan Tuhan Saat Mengasihi (Ayat 6) Tuhan menghajar dan menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Disiplin ilahi adalah tanda hubungan yang hidup antara Bapa dan anak.
  3. Makna Ayat 7 Ayat ini menegaskan bahwa penderitaan atau ganjaran adalah bukti bahwa Allah memperlakukan kita sebagai anak. Tidak ada anak yang tidak pernah dididik oleh ayahnya.
  4. Respons terhadap Disiplin Secara manusiawi, disiplin sering menimbulkan dukacita. Namun respons yang benar adalah menerima dengan kerendahan hati, belajar darinya, dan membiarkan proses itu membentuk karakter.
  5. Mengapa Anak Tidak Lepas dari Disiplin? (Ayat 7–9) Karena disiplin adalah bagian dari identitas sebagai anak. Sebagaimana kita menghormati ayah jasmani yang mendidik kita, terlebih lagi kita harus taat kepada Bapa segala roh agar memperoleh kehidupan yang sejati.
Baca Juga  Renungan Amsal 25:26: Jangan Kuatir, Tuhan Menyediakan dan Memelihara Umat-Nya

Disiplin dan Buah Kebenaran

Ayat 11 menegaskan bahwa setiap ganjaran pada awalnya tidak mendatangkan sukacita, melainkan dukacita. Namun pada akhirnya, disiplin menghasilkan buah kebenaran dan damai bagi mereka yang dilatih olehnya.

Baca juga:Makna Perintah “Jangan Membunuh” dalam Terang Firman Tuhan

Dengan demikian, menjadi bapa rohani bukanlah proses instan. Ia dibentuk melalui koreksi, teguran, dan kesetiaan menjalani proses Tuhan. Dunia tidak hanya membutuhkan pemimpin, tetapi membutuhkan bapa figur yang matang, penuh kasih, dan telah dibentuk melalui disiplin ilahi.

Melalui pesan ini, jemaat diingatkan bahwa pertumbuhan menuju kedewasaan rohani menuntut kesediaan untuk dididik. Gambaran Allah sebagai Bapa akan semakin nyata ketika para pria dan pemimpin rohani hidup dalam kasih yang benar, bukan dalam arogansi atau kekerasan.

Baca Juga  Kerendahan Hati Menjadi Kunci Berkat dan Kenaikan Orang Percaya

Disiplin bukan tanda penolakan, melainkan bukti kasih. Dunia memang membutuhkan bapa dan bapa sejati lahir dari hati yang rela dibentuk oleh tangan Tuhan. (A27)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini