Cortina, Sinata.id — Di tengah gemuruh Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026, nama Mikaela Shiffrin kembali jadi sorotan dunia. Sang legenda ski Alpen asal Amerika Serikat, yang selama bertahun-tahun menjadi dominator di sirkuit World Cup, kini menghadapi salah satu babak paling menentukan dalam kariernya di panggung Olimpiade.
Laju Shiffrin di Italia sejauh ini diwarnai dilema dan tekanan berat, belum satu pun medali yang berhasil dibawa pulang, meski ia diprediksi sebagai salah satu kandidat juara utama. Pada cabang giant slalom, Shiffrin hanya mampu finis di peringkat ke-11, jauh di luar ambisi podium dan memperpanjang catatan tanpa medali di Olimpiade menjadi delapan nomor berturut-turut.
Sebagai atlet dengan kemenangan tertinggi sepanjang masa di World Cup, Shiffrin telah meraih lebih dari 100 kemenangan sepanjang kariernya dan memecahkan banyak rekor di kancah ski dunia, termasuk menjadi pemegang rekor kemenangan terbanyak di semua disiplin Alpine Ski.
Baca Juga: Jelang Sidang PBB, Indonesia Kembali Berdiri untuk Palestina
Namun, dominasi di sirkuit global itu belum tercermin penuh di Olimpiade kali ini. Team combined yang sempat ia dan rekan setim jalani juga berakhir tanpa medali setelah mereka menutup lomba di posisi ke-empat.
“Saya sudah mendorong diri semaksimal mungkin di setiap tikungan, tetapi hasilnya belum sesuai dengan harapan,” ujar Shiffrin kepada para awak media usai lomba giant slalom, dikutip Selasa (17/2/2026).
Meskipun begitu, ia tetap menatap ke depan dengan semangat tinggi menjelang nomor berikutnya.
Perlombaan slalom yang akan digelar beberapa hari lagi disebut sebagai kesempatan emas terakhir bagi Shiffrin untuk menghentikan puasa medali di Olimpiade 2026. Meski performanya di nomor ini cukup solid sepanjang musim World Cup, ekspektasi besar tetap membayangi dirinya di jalur ekstrem pegunungan Dolomites.
Sebelumnya, ia sempat mengalami cedera pada 2024 yang berdasarkan pengakuannya mengubah dinamika performanya di beberapa nomor teknikal seperti giant slalom. Pasca kecelakaan, Shiffrin kembali menunjukkan performa kuat di beberapa lomba World Cup terakhir, tetapi tekanan psikologis tetap menjadi tantangan tersendiri di panggung Olimpiade ini.
“Saya terus memperbaiki diri dan mencoba menangani setiap tekanan satu per satu. Menjadi di sini saja sudah sesuatu yang sangat berarti,” ucap Shiffrin kepada reporter, mencerminkan tekad tanpa henti meski hasil belum sesuai harapan.
Sementara itu, bendera Amerika Serikat tetap berkibar di ajang Winter Games ini melalui beberapa atlet lain yang meraih medali, seperti dalam downhill, speed skating, dan figure skating, memperlihatkan depth dan kekuatan tim secara keseluruhan.
Namun bagi banyak pengamat olahraga, fokus utama tetap tertuju pada Shiffrin, bukan hanya karena reputasinya sebagai skater legendaris, tetapi juga karena pertaruhan emosional dan narasi comeback yang tengah ia jalani di musim kompetisi terbesar dunia ini. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini