Nias Selatan, Sinata.id – Program pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Mazo menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemberian makanan tambahan (PMT) disebut tidak dilakukan saat kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), khususnya pada pelaksanaan imunisasi.
Hal tersebut disampaikan oleh pemerhati kesehatan, Laia, Rabu (08/03/2026). Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, khususnya di Kecamatan Mazo, banyak ibu-ibu menyampaikan tidak adanya PMT saat tim dari Puskesmas melaksanakan imunisasi.
Menurut Laia, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait pelaksanaan program pencegahan stunting dari pemerintah, apakah benar dijalankan atau hanya sebatas formalitas. Selain itu, penggunaan anggaran dalam program tersebut juga dinilai perlu dipertanyakan.
“Ini akan kita telusuri lebih serius dan apabila ada dugaan penyimpangan anggaran maka kami akan laporkan ke Kejaksaan untuk diproses,” ujar Laia.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mazo, Jakinwati Laia, mengklaim bahwa seluruh program Puskesmas di 10 desa di Kecamatan Mazo telah berjalan dengan baik, termasuk kegiatan imunisasi dan pemberian PMT. Ia juga menyebut dirinya baru menjabat sebagai kepala puskesmas sejak Agustus 2024.
Namun, saat ditanya terkait anggaran yang disiapkan untuk kegiatan tersebut, Kepala Puskesmas hanya menyampaikan bahwa anggaran tersedia tanpa merinci nominalnya. (SN13)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini