Tanjung Balai, Sinata.id β Pemerintah Kota Tanjungbalai terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan seluruh sentra penyediaan pangan memenuhi standar yang ditetapkan.
Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina turun langsung meninjau kesiapan lima Dapur Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang dalam waktu dekat akan mulai beroperasi, Rabu (07/1/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan kelengkapan fasilitas, kebersihan dapur, serta kualitas proses produksi makanan sebelum didistribusikan kepada peserta didik.
Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari pengawasan rutin Satuan Tugas MBG yang diketuai langsung oleh Wakil Wali Kota.
Lima dapur yang dikunjungi berada di sejumlah kelurahan di Kota Tanjungbalai, yakni dapur yang dikelola Yayasan Hijrah Bersama Masyarakat di Kelurahan Pahang dan Keramat Kubah, Yayasan Yuni Abadi Jaya di Kelurahan Gading, Yayasan Mahardhika Bakti Gemilang Nusantara di Kelurahan Sei Raja, serta Yayasan Pendidikan Islam Ar Ridho Tanjungbalai di Kelurahan Selat Tanjung Medan.
Dalam keterangannya, Muhammad Fadly menegaskan bahwa kualitas pangan menjadi aspek utama yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan MBG. Seluruh dapur diwajibkan mengikuti standar Badan Gizi Nasional, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga sistem distribusi ke sekolah.
βAnak-anak sekolah adalah prioritas utama. Karena itu, setiap dapur harus benar-benar memenuhi ketentuan higienitas dan kelayakan produksi agar makanan yang disajikan aman dan bergizi,β ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemko Tanjungbalai tidak hanya fokus pada tahap operasional, tetapi juga melakukan evaluasi berkelanjutan. Proses pengawasan melibatkan lintas sektor, termasuk perangkat kecamatan, kelurahan, serta Organisasi Perangkat Daerah terkait.
βSaat ini, tercatat sebanyak 10 dapur SPPG telah beroperasi melayani kebutuhan pangan bergizi bagi siswa. Dengan tambahan lima dapur yang segera aktif, jangkauan layanan MBG diharapkan semakin luas dan merata untuk sekolah dari tingkat TK hingga SMAβ jelasnya
Wakil Wali Kota juga meminta pengelola dapur agar segera menuntaskan seluruh persyaratan administratif dan teknis, termasuk pemeriksaan laboratorium bahan pangan serta pemenuhan standar kebersihan lingkungan.
Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait terus dilakukan guna memastikan sistem pengelolaan limbah dapur berjalan baik sehingga tidak mengganggu kualitas produksi makanan.
Melalui pengawasan intensif dan kerja sama lintas instansi, Pemko Tanjungbalai optimistis Program MBG dapat berjalan berkesinambungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta menciptakan generasi yang sehat dan produktif. (SN10)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini