Bogor, Sinata.id – Presiden RI Prabowo Subianto menekankan perlunya persatuan nasional dan penanganan serius terhadap kemiskinan dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa meskipun Indonesia kaya akan sumber daya alam, masih terdapat sejumlah besar rakyat yang hidup dalam kondisi serba kekurangan. Ia menekankan agar pemerintah tidak menghindari fakta dan berhenti mengganti istilah “miskin” dengan istilah lain yang lebih halus.
“Kita kadang-kadang takut bicara apa adanya. Kita tidak mau bilang miskin, diganti dengan istilah lain. Tapi kenyataannya, masih banyak rakyat kita yang miskin,” ujarnya, dikutip Sinata.id dari infopublik.id, Selasa (3/2/2026)
Presiden menilai masalah kemiskinan tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang biasa atau wajar. Menurutnya, seluruh pimpinan di tingkat pusat maupun daerah perlu melakukan introspeksi terhadap pengelolaan kekayaan bangsa. Ia menyebutkan, kesalahan dan keterbatasan pengelolaan sumber daya nasional selama ini menjadi salah satu penyebab kesenjangan sosial yang masih tinggi.
Dalam arahannya, Prabowo juga menyerukan semua unsur elit bangsa—termasuk pejabat pemerintah, aparat hukum, akademisi, dan tokoh politik—untuk berkomitmen memperbaiki tata kelola sumber daya agar manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh rakyat.
Selain fokus pada kemiskinan, Presiden menegaskan pentingnya mengakhiri perpecahan politik pascapemilihan umum. Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi hambatan bagi persatuan dan pembangunan. “Tidak ada urusan saudara dari partai mana. Setelah pertandingan selesai, kita bekerja bersama untuk rakyat,” katanya.
Prabowo mencontohkan komitmen pemerintahannya yang tetap menyalurkan pembangunan ke seluruh wilayah, termasuk daerah yang sebelumnya tidak mendukungnya secara politik. “Saya tidak akan tanya gubernurnya dari partai mana. Tugas saya adalah bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.
Presiden menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan politik adalah bagian dari demokrasi, namun setelah itu seluruh elemen bangsa harus bersatu dalam mengabdi kepada rakyat serta memastikan keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan merata. (A58)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini