Menurut Prabowo, ekonomi Pancasila memiliki tiga ciri utama: religius, berkemanusiaan, dan memperkuat persatuan nasional.
Ia mencontohkan kekayaan alam Indonesia sebagai amanah Tuhan yang harus dikelola secara bertanggung jawab demi kemakmuran lintas generasi.
Presiden menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh sekadar menghasilkan angka statistik, melainkan harus berwujud nyata — mulai dari pemenuhan gizi kelompok rentan, subsidi pupuk bagi petani, akses pasar untuk nelayan, hingga perlindungan bagi pekerja.
“Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi yang kerakyatan,” tegasnya.
Prabowo secara khusus merujuk Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan perekonomian disusun atas asas kekeluargaan, dengan negara mengelola sumber daya alam dan cabang produksi penting demi kepentingan rakyat banyak.
Ia mengakhiri pidatonya dengan menegaskan komitmen pemerintah menjalankan strategi transformasi bangsa. “Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila,” pungkas Prabowo. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini