Prabowo juga kembali menyinggung pidatonya di Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 20 Mei 2026.
Saat itu, ia menyoroti besarnya potensi kekayaan nasional yang dinilai masih mengalami kebocoran dan berkomitmen untuk menghentikannya.
“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Dan kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad akan berusaha sekeras tenaga bersama seluruh pembantu saya untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Presiden menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh upaya pemerintah bertujuan agar hasil kekayaan bangsa dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kalangan tertentu. (A08)
1 2










Jadilah yang pertama berkomentar di sini