Prabowo mengungkapkan bahwa keputusan mengganti sejumlah pejabat yang sebelumnya diberi amanah menjalankan program tersebut bukanlah langkah yang mudah. Namun, ia memilih berpihak kepada kepentingan rakyat.
Presiden bahkan mengenang pesan almarhum ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu mengingatkannya untuk berpihak kepada rakyat saat menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan.
“Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung, atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” ujar Prabowo mengutip pesan sang ayah.
Menurut Prabowo, keputusan pergantian pimpinan dilakukan setelah dirinya menerima berbagai laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, hingga indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program MBG.
Ia menegaskan bahwa kualitas pemimpin menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan organisasi.
“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk menjaga setiap rupiah uang negara yang digunakan untuk program MBG.
“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” tegasnya.
Kepala Negara meminta seluruh pengelola dapur MBG dan para lulusan SPPI memperkuat pengawasan di lapangan serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, keberhasilan program MBG bukan hanya soal menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia, tetapi juga membangun tata kelola yang bersih, transparan, dan berpihak kepada rakyat. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini