Perkuat Kerja Sama Strategis
Hubungan Indonesia dan Rusia dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan yang signifikan, khususnya di sektor energi dan teknologi strategis.
Dalam pertemuan terakhir pada April 2026, Prabowo dan Putin melakukan pembicaraan selama sekitar lima jam yang terdiri atas pertemuan bilateral dan pertemuan empat mata.
Dari pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati sejumlah kerja sama jangka panjang di sektor energi, mulai dari ketahanan energi minyak dan gas bumi, hilirisasi industri, transisi energi, biodiesel, bioetanol, hingga kerja sama penyediaan pupuk.
Pembahasan juga mencakup dampak situasi geopolitik global, termasuk perkembangan di kawasan Timur Tengah yang berpengaruh terhadap kebutuhan energi dan pangan dunia.
Selain energi, Rusia juga menawarkan perluasan kerja sama di bidang pertahanan, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga antariksa.
Pemerintah Indonesia pun mulai menjajaki peluang kerja sama antariksa yang lebih konkret, termasuk kemungkinan mengirim peserta Indonesia untuk mengikuti program pelatihan kosmonot Rusia.
Presiden Prabowo sebelumnya menilai kemampuan suatu negara untuk mengirim manusia maupun perangkat ke orbit merupakan salah satu indikator kemajuan teknologi nasional.
Karena itu, sektor antariksa menjadi salah satu bidang strategis yang mulai mendapatkan perhatian dalam pengembangan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia.
KTT ASEAN-Rusia di Kazan diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, energi, dan teknologi antara negara-negara ASEAN dengan Rusia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. (A08/cna)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini