Tanjungbalai, Sinata.id – Satreskrim Polres Tanjungbalai ungkap kejahatan jalanan, seiring dengan dibekuknya tiga pemuda yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas/begal) terhadap remaja di kawasan Ujung Tanjung.
Ketiga tersangka yang dibekuk diantaranya, NA (19), RA (19), dan DR (17). Mereka ditangkap setelah diduga melakukan aksi penodongan terhadap korban dengan menggunakan senjata tajam serta benda yang menyerupai pistol.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis dini hari, 12 Maret 2026 sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu korban Nashruddin (19), tengah duduk santai bersama temannya di Balai Ujung Tanjung, Jalan Asahan.
Tiba-tiba para tersangka mendatangi korban dan langsung mengancam menggunakan sebilah pisau serta benda menyerupai pistol untuk menakut-nakuti.
Dalam kondisi terancam, korban tidak mampu melawan sehingga para tersangka berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga miliknya.
Setelah menerima laporan korban, Tim Opsnal Satreskrim Polres Tanjungbalai langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan ketiga tersangka beserta sejumlah barang bukti.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita satu unit sepeda motor Honda Scoopy dan satu unit ponsel merek Itel milik korban.
Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Fazzio, satu unit iPhone X milik pelaku, serta sebilah pisau kecil yang digunakan untuk mengancam korban saat beraksi.
Kapolres Tanjungbalai AKBP Welman Feri menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya para pelaku berhasil diamankan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya saat beraktivitas pada malam hari. Kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan penindakan terhadap pelaku kejahatan yang mengganggu keamanan masyarakat,” tegas Kapolres, Minggu ( 15/3/2026 )
Saat ini ketiga tersangka diamankan di Mapolres Tanjung Balai untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta mengusut apakah komplotan tersebut pernah melakukan aksi serupa di lokasi berbeda. (SN10)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini