Medan, Sinata.id – Peringatan Hari Lahir Pancasila di SMAN 15 Medan, Senin (1/6/2026), diisi dengan upacara bendera yang menghadirkan personel Tim Cegah Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri sebagai pembina upacara.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah di Jalan Sekolah Pembangunan No. 7A, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan itu diikuti oleh siswa kelas X dan XI, dewan guru, serta jajaran staf sekolah.
Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan pentingnya memahami nilai-nilai Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menjadi landasan penyampaian pesan mengenai persatuan, toleransi, dan tanggung jawab warga negara di tengah perkembangan zaman.
Selain menekankan nilai kebangsaan, peserta upacara juga diajak meningkatkan kesadaran terhadap tantangan era digital. Siswa diingatkan untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, menghindari berita bohong, serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurut pemateri, perkembangan teknologi informasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Oleh karena itu, kemampuan memilah informasi, menghormati perbedaan pendapat, dan menjaga etika dalam ruang digital dinilai menjadi bagian penting dari implementasi nilai-nilai Pancasila.
Para siswa juga diajak memperkuat pemahaman terhadap empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pemahaman tersebut dinilai penting sebagai bekal dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif yang berpotensi muncul melalui media digital maupun lingkungan pergaulan.
Kepala SMAN 15 Medan, Gokman Sianturi, S.Pd., M.Si., bersama jajaran guru turut mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Upacara berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Pihak sekolah menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta literasi digital bagi peserta didik sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan berorientasi pada nilai-nilai kebhinekaan. (SN7)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini