Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Perang Lawan TBC: Pemerintah Luncurkan Alat Tes Portabel Akurat

pemerintah menyatakan perang lawan tbc dengan meluncurkan alat tes portabel yang praktis dan akurat untuk percepat deteksi dini.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Ist)

Sinata.id – Suara langkah kecil menuju Indonesia bebas TBC kini mulai terdengar. Di tengah tingginya angka penderita tuberkulosis yang setiap tahun menembus lebih dari satu juta kasus dan merenggut sekitar 136 ribu nyawa, pemerintah mengambil langkah berani dengan menghadirkan alat tes portabel yang diklaim lebih praktis, cepat, dan akurat.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perang melawan TBC bukan lagi wacana.

Advertisement

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap isu kesehatan nasional ini.

“Bapak Prabowo ingin sekali kalau bisa secepat-cepatnya menurunkan angka kematian akibat TBC,” ujar Budi saat menghadiri acara di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Minggu (9/11/2025).

Baca Juga  Danantara Resmi Gelontorkan Dana untuk Koperasi Desa Merah Putih

Baca Juga: Pesona Gebyak Wayang Topeng Malang 2025 yang Penuh Getaran Gaib

Inovasi Alat Tes TBC: Kecil, Cepat, dan Akurat

Menurut Budi, tantangan terbesar dalam penanganan TBC bukan pada ketersediaan obat, melainkan pada deteksi dini pasien. Banyak penderita tak sadar dirinya terinfeksi karena gejalanya mirip batuk biasa, sementara fasilitas laboratorium untuk pemeriksaan masih terbatas.

Kini, inovasi menjadi solusi. Kementerian Kesehatan memperkenalkan alat tes TBC portabel yang ukurannya kecil namun memiliki akurasi setara alat GeneXpert, teknologi canggih dengan harga ratusan juta rupiah.

“Bedanya, alat ini bisa digunakan hanya dengan sampel ludah, seperti tes COVID-19. Tidak perlu lagi dahak atau laboratorium besar,” jelas Menkes.

Baca Juga  Bobby Nasution Tandatangani Komitmen Nasional Percepatan Eliminasi TBC

Dengan alat ini, pemeriksaan TBC tak lagi bergantung pada rumah sakit besar. Puskesmas dan klinik kecil pun bisa melakukannya, membuka peluang deteksi dini di wilayah terpencil.

Uji Coba di 100 Puskesmas, Target Nasional 2026

Tahun ini, proyek percontohan telah dimulai di 100 puskesmas di seluruh Indonesia.

Bila hasilnya terbukti efektif, pada 2026 alat tersebut akan disebar ke delapan provinsi dengan kasus TBC tertinggi, termasuk Jawa Timur yang menjadi salah satu episentrum penyakit menular ini.

Program ini bukan sekadar uji coba teknologi, tapi juga cerminan strategi kesehatan yang berpihak pada masyarakat akar rumput, membawa deteksi penyakit lebih dekat ke pintu warga.

Baca Juga  Dukcapil Siapkan Layanan Kependudukan untuk Korban Bencana Sumatera

Selain memperkuat deteksi, Kemenkes juga menggandeng jaringan klinik Muhammadiyah untuk memperluas pengobatan berbasis komunitas.

Kolaborasi ini dinilai krusial agar pasien tetap disiplin dalam menjalani terapi.

“Lebih baik penanganan TBC dilakukan di klinik, bukan di rumah. Karena pasien perlu terus diingatkan untuk minum obat setiap hari,” ujar Budi.

Langkah ini diharapkan memperkecil angka pasien mangkir minum obat, yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama resistensi obat dan gagal sembuh total. [a46]


penulis: zainal efendi
sumber: –

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini