Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 18 Mei 2026 |17:55 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15200 (TON) 15170 (AGM) 15300 EUP ACC
N4 N4 (N4)
Vol: 0.5K · DMI
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · LOCO PARINDU
15225 15170 (AGM) 15150 (IBP) 15300 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · FOB PALOPO
14785 14550 (PBI) 14445 (MNA) 14950 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI dengan ACC di level 15.300. Persaingan harga masih kompetitif antar bidder. Tender LOCO PARINDU berakhir WD, sementara tender FOB PALOPO belum terdapat bidder.
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Wisata & Kuliner

Pengelola Swembath Keluhkan Potongan 40 Persen Pendapatan oleh SPBUN PTPN IV

pengelola swembath keluhkan potongan 40 persen pendapatan oleh spbun ptpn iv
Lokasi Pemandian Swembath. (sinata)

Simalungun, Sinata.id – Wisata pemandian alam Swembath yang berada di Nagori Naga Soppa, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, menjadi sorotan setelah muncul dugaan pungutan yang dilakukan oleh Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN IV Regional 2 Kebun Laras, Senin (18/5/2026).

Pungutan tersebut disebut meliputi hasil penjualan karcis masuk, biaya sewa kios pedagang, hingga uang kebersihan di kawasan pemandian.

Advertisement

Ketua Pengurus Pemandian Swembath, Suherdi, mengaku selama dirinya mengelola lokasi wisata tersebut, pihak SPBUN disebut mengambil bagian sebesar 40 persen dari total pendapatan pemandian.

“Mereka mengambil jatah 40 persen dari total pendapatan. Namun, sejauh ini kami menilai belum ada kontribusi nyata untuk perbaikan fasilitas pemandian,” ujarnya.

Baca Juga  Kue Talam Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Jajanan Tradisional Favorit Semua Generasi

Menurut Suherdi, pihak SPBUN juga melakukan pungutan terhadap pedagang berupa biaya sewa lapak dan uang kebersihan harian.

Ia menjelaskan, uang kebersihan dipungut sebesar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per hari. Sementara biaya sewa lapak berkisar Rp200 ribu hingga Rp400 ribu per tahun dengan jumlah lapak lebih dari 20 unit.

Salah seorang warga yang berada di kawasan Swembath juga mengaku sering melihat anggota SPBUN menjaga loket karcis di area pemandian.

“Sudah sering terlihat pihak SPBUN menjaga karcis. Informasi yang saya dengar, pendapatannya bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan,” ujar warga tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa pada hari besar atau masa libur, pengelolaan karcis disebut lebih sering diambil alih karena jumlah pengunjung meningkat.

Baca Juga  Sungai Lobang Jadi Wisata Favorit Lebaran di Simalungun, Ramai Pengunjung

“Kalau hari besar atau libur, mereka biasanya mengambil alih penjualan karcis karena pendapatannya bisa dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa,” katanya.

Terkait kontribusi pihak kebun terhadap pengelolaan pemandian, warga tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun, menurutnya, pihak SPBUN sesekali terlihat berkeliling di area wisata untuk memantau kondisi pengunjung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBUN PTPN IV Regional 2 Kebun Laras terkait dugaan pungutan tersebut. (SN19)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini