Taput, Sinata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) menegaskan komitmennya untuk menghentikan aktivitas penambangan pasir ilegal serta mempercepat perbaikan infrastruktur irigasi guna mendukung sektor pertanian masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, saat menggelar dialog bersama masyarakat di Kantor Desa Siraja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Senin (1/6/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Bupati, Deni Parlindungan Lumbantoruan, Kapolres, AKBP Ernis Sitinjak, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dibahas, mulai dari aktivitas galian pasir, irigasi pertanian, layanan air minum, hingga upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Bupati JTP Hutabarat menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas penambangan pasir yang dinilai meresahkan masyarakat dan berpotensi merusak lingkungan.
“Sebagai tindak lanjut, Pemkab Tapanuli Utara akan menerbitkan surat edaran yang melarang aktivitas penambangan pasir di kawasan Sipoholon hingga Pansur Napitu. Selain itu, pemerintah juga akan memasang plang larangan di sejumlah titik sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat,” paparnya.
Kapolres bersama jajaran kepolisian akan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan para penambang terkait aturan yang berlaku. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Bupati juga menyampaikan bahwa para penambang pasir akan dipanggil untuk menandatangani surat pernyataan dan perjanjian agar tidak lagi melakukan aktivitas yang merugikan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Terkait irigasi pertanian, Pemkab Taput telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara untuk mempercepat pembangunan talang air yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Pembangunan infrastruktur tersebut direncanakan mulai dilaksanakan tahun ini guna mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Selain pembangunan fisik, Bupati Taput mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan budaya gotong royong, khususnya melalui kegiatan bersama setiap hari Jumat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, Pemkab Taput juga akan memberikan bantuan satu unit traktor kepada Desa Siraja Hutagalung. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mendorong semangat petani dalam mengelola lahan mereka.
Di sektor pelayanan air minum, Bupati JTP Hutabarat menjelaskan bahwa saat ini sedang berlangsung pembangunan fasilitas PAM dengan kapasitas 50 liter per detik. Fasilitas baru tersebut akan melengkapi kapasitas yang sudah ada sehingga total kapasitas layanan mencapai 100 liter per detik.
“Dengan peningkatan kapasitas tersebut, layanan air minum diproyeksikan mampu melayani sekitar 10.000 sambungan rumah dan memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Sipoholon, Tarutung, serta Siatas Barita,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga mengenai aroma kaporit pada air bersih, Bupati Taput memastikan bahwa air yang didistribusikan telah melalui proses pengolahan dan penyaringan sesuai standar kesehatan sehingga aman untuk dikonsumsi. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat. (SN15)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini