Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

TPA Terjun Menumpuk, Pemko Medan Siapkan TPS 3R dan Program PSEL

gunungan sampah di tpa terjun jadi perhatian pemko medan. rico waas siapkan solusi melalui bank sampah, tps 3r, dan sanitary landfill.
Gunungan sampah di TPA Terjun jadi perhatian Pemko Medan. Rico Waas siapkan solusi melalui Bank Sampah, TPS 3R, dan sanitary landfill.

Medan, Sinata.id – Permasalahan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Kecamatan Medan Marelan, mendapat sorotan langsung dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Gunungan sampah yang mencapai sekitar 50 meter dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi.

“Persoalan lingkungan ini menjadi prioritas utama. Saya sudah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup agar segera mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi TPA ini,” ujar Rico Waas saat melakukan peninjauan ke TPA Terjun, Senin (8/9/2025).

Advertisement

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir anggota DPRD Medan, Tia Ayu Anggraini dan Roma Uli Silalahi, serta sejumlah pejabat Pemko Medan. Antara lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Melvi Marlabayana, Kepala Bappeda Ferri Ichsan, Kepala Dinas Perkimciptaru John Ester Lase, dan Plt Kepala Dinas SDABMBK Gibson Panjaitan.

Baca Juga  Menteri PKP dan Mendagri Tinjau Progres Huntap di Tapanuli Utara

Sebagai langkah awal, Wali Kota Medan mendorong pengurangan volume sampah yang langsung dibuang ke TPA dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R). Menurutnya, jumlah sampah yang masuk ke TPA setiap hari bisa mencapai 1.700 ton.

“Kami akan mencoba mereduksi sampah dari tengah kota terlebih dahulu. Dengan adanya TPS 3R, beban sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan,” jelasnya.

Selain itu, Rico Waas juga mengimbau masyarakat untuk menghidupkan kembali keberadaan Bank Sampah di setiap lingkungan. Menurutnya, Bank Sampah dapat menjadi mitra TPS 3R sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pengelolaan sampah.

“Harapan saya, tiap lingkungan memiliki Bank Sampah yang dapat bekerja sama dengan TPS 3R,” tambahnya.

Baca Juga  Aksi Cepat Gegana Amankan Teror Bom di Bandara Kualanamu

Lebih jauh, Pemko Medan juga tengah menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat terkait rencana penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pusat agar program PSEL bisa menjadi salah satu prioritas,” tegas Rico Waas.

Untuk jangka panjang, ia menargetkan sistem pengelolaan TPA dapat beralih menggunakan metode sanitary landfill.

“Tujuan akhir kita memang kesana, hanya saja teknologinya perlu dipersiapkan secara matang sejak sekarang,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Medan, Tia Ayu Anggraini, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Wali Kota Medan dalam menangani masalah sampah.

“Apa pun program prioritas yang digagas Pak Wali Kota akan kami dukung demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Baca Juga  Rico Waas Dorong Perangkat Daerah Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, menambahkan pihaknya segera menindaklanjuti arahan Wali Kota dengan mempercepat pembangunan TPS 3R.

“TPS 3R akan segera diwujudkan. Nantinya, sampah yang masuk ke TPA hanya berupa residu hasil reduksi,” jelas Melvi. (SN7)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini